RI Siap Dukung Proyek Ambisius Afrika Timur Lewat Diplomasi Infrastruktur

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Sabtu, 6 Februari 2021
loading...

Indolinear.com, Nairobi – Indonesia (RI) menyatakan diri siap mendukung proyek ambisius Afrika Timur lewat diplomasi infrastruktur yang dilakukan Kedutaan Besar RI (KBRI) di Nairobi dengan pemerintah Kenya.

Hal tersebut disampaikan Duta Besar RI Nairobi, M. Hery Saripudin saat melakukan pertemuan dengan African Union High Representative for Infrastructure Development, Rt. Hon. Raila Odinga pada Rabu (3/2/2021).

Pada pertemuan tersebut, Dubes Hery menyampaikan mandat yang diberikan Presiden RI, Joko Widodo untuk meningkatkan hubungan ekonomi Indonesia dan untuk mendorong partisipasi Indonesia dalam pembangunan infrastruktur di kawasan Afrika.

“Pada kesempatan tersebut, saya melaporkan berbagai kerja sama proyek infrastruktur di negara-negara akreditasi KBRI Nairobi, yaitu Kenya, Rep. Dem. Kongo, Somalia, dan Uganda, baik yang sudah dilakukan ground-breaking maupun yang masih dalam tahap penjajakan oleh BUMN-BUMN RI,” kata Dubes RI dalam keterangannya, dilansir dari Tribunnews.com  (05/02/2021).

Raila Odinga menyampaikan bahwa negara-negara Afrika mengedepankan infrastruktur sebagai pendorong perekonomian benua Afrika, khususnya di bidang perdagangan antar-negara.

Raila Odinga menjelaskan rencana Uni Afrika untuk mengembangkan konektivitas benua Afrika.

Saat ini terdapat 9 (sembilan) mega-proyek per kawasan yang disebut Presidential Infrastructure Champion Initiatives yang dikepalai oleh Kepala Negara/Pemerintahan di kawasan terkait.

Di kawasan negara akreditasi KBRI Nairobi, Presiden Kenya Uhuru Kenyatta merupakan “Champion” atau mengepalai mega-proyek LAPSSET (Lamu port, South Sudan, Ethiopia) Corridor Program.

Proyek ini merupakan proyek infrastruktur Afrika Timur paling ambisius yang akan menghubungkan Kenya, Ethiopia, dan Sudan Selatan, yang kemudian juga akan menjadi akses ke negara-negara Afrika yang landlocked hingga ke Samudra Atlantik.

Mega-proyek tersebut mencakup proyek pelabuhan di Lamu, jalan raya, jalur kereta api, dan pipa minyak dari pelabuhan Lamu hingga ke Ethiopia dan Sudan Selatan, sejumlah bandar udara internasional dan kota resort di sepanjang koridor, serta bendungan High Grand Falls di sungai Tana.

Mendengar kemampuan dan capaian BUMN RI di bidang pembangunan infrastruktur, Raila Odinga menyambut baik dan mengharapkan Indonesia dapat menjadi mitra pembangunan yang setara dengan mitra tradisional selama ini seperti Eropa, Jepang, Korea, dan India.

Mantan Perdana Menteri Kenya tahun 2008-2013  juga mengharapkan RI mulai dari partisipasi pada pendanaan Africa Infrastructure Fund, dan dalam menanamkan investasi pada proyek-proyek infrastruktur di Afrika.

“Pemerintah Indonesia sendiri telah menerapkan berbagai kebijakan untuk mendukung ekspansi BUMN-BUMN industri konstruksi ke kawasan Afrika, antara lain melalui kerja sama erat antara Kementerian Luar Negeri dengan BUMN-BUMN serta program National Interest Account dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), yang dapat disinergikan dengan Indonesia Agency for International Development (AID) yang dibentuk pada tahun 2019,” kata Dubes Herry.

Raila Odinga juga menyampaikan keinginannya untuk mengunjungi Jakarta dan Bandung sebagai tindak lanjut sejumlah rencana kerja sama yang dibahas pada saat kunjungannya ke Bali sebagai salah satu pembicara mewakili Uni Afrika pada Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue tahun 2019. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: