RI Satu-Satunya Di Asia Yang Dapat Fasilitas GSP Dari AS

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Senin, 2 November 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia yang memperoleh fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) Indonesia dari Amerika Serikat (AS) pada periode ini.

Wakil Menteri Luar Negeri RI (Wamenlu RI), Mahendra Siregar mengungkapkan hal ini berdasarkan hasil dari review yang dilakukan sejak 3 tahun lalu.

“Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia yang memperoleh fasilitas GSP dari AS hasil dari review yang dilakukan sejak 3 tahun lalu tanpa ada pengurangan atau pemotongan dibanding sebelum review dilakukan,” kata Wamenlu dalam konferensi per daring, dilansir dari Tribunnews.com (01/11/2020).

Melalui United States Trade Representative (USTR), AS resmi mengeluarkan keputusan untuk memperpanjang pemberian fasilitas GSP kepada Indonesia, Jumat (30/10/2020).

GSP merupakan fasilitas perdagangan berupa pembebasan tarif bea masuk yang diberikan secara unilateral oleh pemerintah AS kepada negara-negara berkembang di dunia sejak tahun 1974.

Indonesia sendiri pertama kali mendapatkan fasilitas GSP dari AS pada tahun 1980.

Mahendra Siregar mengatakan perpanjangan fasilitas GSP sangat penting bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor produk Indonesia ke AS.

“Semakin penting lagi jika kita menyadari sebagian besar atau mayoritas produk yang diekspor menggunakan fasilitas GSP adalah diproduksi oleh produsen dan juga produsen eksportir UKM di Indonesia,” ujarnya.

Produk unggulan ekspor Indonesia lewat fasilitas GSP yakni beberapa produk berasal dari karet, beberapa mainan anak, beberapa alat olahraga, produk elektronik hingga rambut palsu.

“Ini menunjukan banyak variasi yang menjadi potensi serta direalisasikan dan akan dapat ditingkatkan lebih lanjut,” ujarnya

Wamenlu mengatakan kesepakatan GSP kedua negara dapat terjadi karena kedua negara memiliki hubungan yang secara umum baik, termasuk hubungan ekonomi yang baik, serta komunikasi yang terjaga antara pemangku kepentingan kedua negara.

Adanya fasilitas GSP dalam perdagangan RI – AS dapat meningkatkan produk ekspor Indonesia masuk ke pasar AS, karena memperoleh akses pembebasan tarif dibanding dengan negara lain yang produknya tetap dikenakan tarif oleh AS.

“Adanya fasilitas GSP ini membuka kesempatan investasi yang lebih besar di Indonesia bagi mereka yang ingin memanfaatkan fasilitas GSP ke AS,” ujar Wamenlu

Investasi AS di Indonesia secara menyeluruh kebanyakan pada sektor migas, AS adalah investor utama dan terbesar yang secara konsisten selama 5 tahun terakhir.

Wamenlu mengatakan fasilitas GSP juga membuka peluang lebih besar bagi investasi beberapa sektor utama AS di Indonesia.

Diantaranya di bidang informasi dan teknologi digital, investasi dan kerja sama di bidang keuangan, serta memperluas dan meningkatkan investasi AS di bidang hulu Migas. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: