RI Ratifikasi Perjanjian Investasi dengan Singapura, Diharapkan Mampu Pulihkan Ekonomi

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 10 Maret 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Indonesia dan Singapura baru saja melakukan pertemuan virtual untuk meratifikasi pernjanjian investasi antar negara, Selasa (9/3/2021).

Pertukaran Instruments of Ratification (IOR) Bilateral Investment Treaty (BIT) 2018 itu dilakukan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, dengan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Chan Chun Sing.

Pertukaran virtual ini menandai berlakunya BIT Singapura dan Indonesia.

Dilansir dari Tribunnews.com (09/03/2021), Menlu Retno mengatakan Indonesia berharap perjanjian BIT ini dapat meningkatkan investasi dua arah mencapai 18 hingga 22 persen untuk lima tahun ke depan.

Ini menjadi langkah penting bagi Singapura dan Indonesia untuk mempercepat pemulihan ekonomi saat pandemi Covid-19.

Retno mengatakan perjanjian BIT merupakan tonggak penting dalam hubungan bilateral.

“Singapura adalah mitra perdagangan dan investasi utama bagi Indonesia dan saya pikir itu akan terus berlanjut selama bertahun-tahun yang akan datang,” katanya.

Menurut laman Facebook Singapore Embassy in Jakarta, BIT diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor di Singapura dan Indonesia.

Menurut Badan Koordinasi Penanaman Modal, Singapura merupakan investor asing terbesar di Indonesia tahun 2020 lalu dengan total investasi sebesar USD 9,8 miliar (sekira 140,4 triliun).

Angka ini meningkat signifikan dari tahun 2019 sebesar USD 6,5 miliar (Rp93,1 triliun).

Menlu Retno mencatat, investasi Negeri Singa di Indonesia meningkat 6,5 persen dari tahun ke tahun, bahkan sebelum BIT berlaku.

Diketahui BIT telah ditandatangani oleh PM Singapura Lee Hsien Loong dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Oktober 2018 lalu, sebelum diratifikasi.

Perjanjian dengan Singapura adalah BIT pertama yang diberlakukan setelah bertahun-tahun peninjauan perjanjian investasi oleh pemerintah Indonesia.

“Dalam situasi sulit saat ini, ratifikasi BIT berfungsi sebagai pendorong ekonomi penting untuk mempercepat pemulihan ekonomi di kedua negara kita.”

“Ini berpotensi meningkatkan investasi dua arah berkisar antara 18 persen hingga 22 persen selama lima tahun ke depan,” kata Retno.

Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Chan, menilai Indonesia merupakan tujuan investasi yang menarik bagi perusahaan Singapura.

Chan mengatakan perusahaan Singapura termasuk yang pertama berinvestasi di Kawasan Industri Kendal (KIK) di Jawa Tengah.

Sejak lokasi itu dibuka pada 2016, lebih dari 60 perusahaan mulai beroperasi dan menghasilkan investasi senilai USD 1,73 miliar serta menciptakan 9.000 pekerjaan.

Selain KIK/KIP, Nongsa Digital Park di Batam juga menjadi jembatan masuknya investasi teknologi.

Sejak diluncurkan pada 2018, area ekonomi khusus ini telah berkembang pesat.

Kini ada lebih dari 150 perusahaan dan startup yang beroperasi di sana.

“BIT memberikan perlindungan tambahan untuk investasi Indonesia di Singapura dan investasi Singapura di Indonesia.”

“Ini termasuk perlindungan dari perlakuan diskriminatif dalam pengambilalihan ilegal dan jika terjadi perselisihan, BIT memberikan bantuan untuk arbitrase internasional,” kata Chan.

Chan berharap BIT dapat memfasilitasi arus perdagangan dan investasi antar dua negara. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: