Revolusi 4.0, Dinkop dan UKM Tangsel Gelar Semiloka Koperasi

FOTO: indolinear.com
Selasa, 6 Agustus 2019

Indolinear.com, Tangsel – Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar kegiatan Seminar Loka Karya (Semiloka) Koperasi dengan tema “Reformasi Total Koperasi di Era Revolusi Industri 4.0” di Remaja Kuring, Serpong, Tangsel pada Selasa, 6 Agustus 2019.

Mewakili Plt Kepala Dinas Dahlia Nadeak,  Kepala Bidang Promosi Pengembangan dan Penguatan UMKM Anafrizal mengatakan bahwa kegiatan ini digelar dalam rangka peningkatan mutu koperasi. Kegiatan ini diberikan kepada 70 koperasi di Tangsel.

“Kegiatan ini dimaksud dalam upaya merubah mindset penggerak koperasi dalam menghadapi era reformasi industri 4.0. Dimana ada inovasi untuk menata industri agar sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan,” beber Rizal.

Tujuannya agar koperasi Tangsel mampu beradaptasi dan bertransformasi menghadapi lingkungan dinamis.

Dapat membangun karakter, kreatif dan inovatif bagi insan penggerak koperasi.

Peserta kegiatan ini berasal dari pengurus koperasi yang ada di Tangsel. Kami berharap peserta yang hadir bisa memanfaatkan kegiatan ini. Mudah-mudahan dapat menjadi acuan dalam rangka pengembangan dan penguatan koperasi.

Sementara, Kasi Penilaian Koperasi Ety Wachjuningsih mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan pelaksanaan rutin di bidang koperasi agar bisa mengembangkan koperasinya di era digital.

“Koperasi harus mengikuti perkembangan era digital. Supaya kita bisa bersaing dengan yang lain. Era diatas industri adalah  percepatan milenial digitalisasi dan inovasi. Dimana kita harus mengikuti zaman kalau tidak bisa mengikuti zaman akan tergilas dengan sendirinya,” bebernya.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan bahwa Kota Tangsel memiliki  1.6 juta penduduk yang diisi oleh usia produktif dengan daya beli diatas rata-rata. Sebagian besar dari mereka bekerja di sektor tersier.

“Konsep ekonomi khususnya Tangsel sudah tidak lagi secara manual dan bergerak dengan cara konvensional, tapi kita harus bergerak maju yaitu industri 4.0 yang tandanya bagaimana ekonomi digital dan cyber harus dipahami dan digunakan,” jelas Benyamin.

Benyamin berharap ada reformasi total untuk meninggalkan cara pemasaran yang tak lazim. Kita harus mengembangkn kreatifitas dengan dunia teknologi.

“Bagaimana kreatifitas kita dengan teknologi bisa menampilkan produk, karena didalam daya saing ada kreatifitas melalui industri 4.0,” bebernya.(sopy)

INDOLINEAR.TV