Respons Presiden Jokowi Menyaksikan Langsung Penyaluran Bansos Tunai Di Bogor

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Kamis, 14 Mei 2020

Indolinear.com, Bogor – Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut menyaksikan penyaluran bantuan sosial tunai (BST) di Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/05/2020).

Dalam kesempatan tersebut Jokowi mengatakan distribusi bantuan sosial berjalan semakin baik, termasuk soal kesesuaian data penerima bantuan sosial.

Jokowi juga mengakui ada beberapa kendala di awal distribusi terutama terkait data penerima bansos.

Namun, dirinya sangat yakin penyaluran bantuan sosial tahap berikutnya akan semakin baik.

“Saya senang karena ada kerja sama yang baik antara pemerintah pusat dan daerah, sampai ke desa dan kelurahan,” kata Presiden saat menyaksikan distribusi bantuan sosial tunai (BST) di Kantor Pos Kota dilansir dari Tribunnews.com (13/05/2020).

Dalam penyaluran tersebut hadir mendampingi Presiden, Menko Kebudayaan dan Pembangunan Manusia (PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Sosial Juliari Batubara, dan Wali Kota Bogor Bima Arya.

Presiden juga menyatakan kegembiraan karena proses BST di Kantor Pos Bogor berjalan baik.

“Saya melihat tadi semuanya berjalan dengan baik antriannya bagus dengan jaga jarak. Semuanya pakai masker dan sebelum uangnya diberikan, protokol-protokol kesehatan juga diterapkan seperti cuci tangan dan sebagainya,” katanya.

Presiden meminta semua pihak dapat memahami masih adanya beberapa kekurang sempurnaan pada awal masa distribusi bansos.

Presiden mengatakan hal ini tidak lepas karena pandemi memang datang tiba-tiba.

Sehingga, soal kesesuaian data memang tidak bisa dituntut langsung sempurna pada awal-awal.

“Tapi saya yakin dalam beberapa hari ke depan akan bisa diperbaiki. Pada penyaluran bansos Tahap II, saya yakin akan lebih baik. Saya melihat kerja sama antara pemerintah pusat dengan daerah bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Untuk mengatasi dampak pandemi, pemerintah sudah meluncurkan berbagai bantuan sosial. Mulai dari PKH, BPNT, Bansos Sembako, Bansos Tunai, kemudian ada BLT Desa, dan sebagainya.

Tujuannya adalah untuk menjangkau masyarakat miskin dan rentan yang terdampak bencana.

Diharapkan semua bansos tadi bisa menjangkau 55% masyarakat kita yang terkena dampak Covid-19.

Presiden menyatakan, bantuan sosial disalurkan untuk memperkuat daya beli masyarakat miskin dan rentan terdampak pandemi Covid-19.

Bansos diharapkan meningkatkan konsumsi domestik (domestic consumption) dan keadaan juga bisa menjadi normal kembali.

Presiden mempersilakan masyarakat yang belum menerima untuk melaporkan diri ke RT/RW dan desa/kelurahan.

“Hari ini, BST disalurkan kepada 169 KK x Rp600.000, sebingga total bantuan sebesar Rp101.400.000. Penerima BST di Kota Bogor dialokasikan sebanyak 31.251 KPM dengan mekanisme distribusi melalui PT. Pos,” tuturnya.

Kuota total keseluruhan BST Provinsi Jabar sebanyak 1.104.602 KPM.

Dimana disalurkan melalui PT. Pos sebanyak 987.845 KPM, melalui PT.

POS yang sudah SI (surat instruksi) sebanyak 796.491 KPM, transfer melalui bank Himbara sebanyak 69.187 KPM. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT:

Berita Menarik Lainnya