Rerie Mendorong 30% Perempuan Berkiprah Di Parlemen pada 2024

FOTO: detik.com/indolinear.com
Jumat, 17 September 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Wakil Ketua MPR Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat menyatakan kontribusi perempuan di sektor politik adalah sebuah keharusan. Oleh karena itu, kata dia, perempuan Indonesia harus bergerak melampaui sekat-sekat politik, sosial, dan budaya untuk membangun sisterhood dalam mewujudkan cita-cita bersama.

Hal ini disampaikannya saat membuka Seminar Nasional MPR RI-KPPI secara daring, bertema Kontribusi Perempuan Politik Dalam Mewujudkan Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh” di Bandung, Jawa Barat pada hari ini.

“Di atas pondasi kebangsaan, para perempuan harus mampu berjuang bersama untuk mewujudkan Indonesia Tumbuh, Indonesia Tangguh di masa depan,” kata politisi yang akrab disapa Rerie ini dalam keterangannya, dilansir dari Detik.com (16/09/2021).

Lewat kiprah di bidang politik, ujar Rerie, para perempuan mampu mewarnai pencapaian dari berbagai proses pembangunan.

Oleh karena itu, ia meminta, para perempuan Indonesia harus memperbaharui tekad untuk mewujudkan 30 persen perempuan berkiprah di parlemen pada 2024. Sebab menurutnya, politik kehadiran itu penting dalam proses melahirkan kebijakan.

Langkah tersebut, jelas anggota Mahkamah Tinggi Partai NasDem itu, bukan sekadar memenuhi kuota atau menjalankan politik praktis semata, tetapi bersatu menyuarakan kepentingan bersama dalam proses mewujudkan Indonesia Emas pada 2045.

Namun, ia mengakui, perempuan di era ini masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat, yakni lewat praktik subordinasi dan pembatasan ruang untuk berkontribusi bagi perempuan di sejumlah bidang. Padahal, tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) nomor 5 menegaskan Indonesia berkomitmen untuk mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan dan anak perempuan.

Peran perempuan di bidang politik, tegas Rerie, harus menciptakan kontribusi nilai-nilai dan manfaat bagi perempuan dan lingkungannya sendiri. Adapun di era digital, kata dia, terbuka peluang besar bagi perempuan untuk berkontribusi lebih luas lewat penyampaian nilai-nilai dan pandangan dalam berbagai bidang kepada masyarakat.

Karena, ujarnya, tanpa kesamaan pemahaman dari masyarakat terkait peningkatan peran perempuan di bidang politik, upaya para perempuan berkontribusi lebih luas di berbagai bidang akan menghadapi hambatan. Namun, ia yakin, perempuan Indonesia mampu berperan lebih luas dalam menentukan arah kebijakan bangsa ke depan.

“Karena sejarah membuktikan perempuan-perempuan di nusantara mampu mengambil peran penting dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan dari para penjajah,” kata dia.

Sebagai informasi, dalam acara tersebut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan sambutan secara virtual. Selain itu turut hadir, antara lain Ketua Umum DPP Kaukus Perempuan Politik Indonesia/KPPI Dwi Septiawati Djafar, Founder dan Ekonom Senior CORE Hendri Saparini, Koordinator Maju Perempuan Indonesia Lena Maryana Mukti, Direktur Eksekutif Perludem Khoirunnisa Agustiyati, Anggota DPD Kanjeng Gusti Ratu Hemas, serta sejumlah perwakilan organisasi perempuan, anggota DPR, pengurus DPP KPPI, dan pengurus DPD KPPI se-Indonesia. (Uli)