Rencana Mahindra Akan Mendirikan Pabrik Perakitan Di Indonesia

FOTO: liputan6,com/indolinear.com
Kamis, 14 November 2019

Indolinear.com, Mumbai – Mahindra sampai saat ini masih fokus untuk memperkuat brand-nya di Indonesia melalui produk kendaraan komersial. Namun, tidak menutup kemungkinan Mahindra akan menggarap pasar mobil penumpang di Indonesia.

Arvind Mathew Chief of International Operations Mahindra and Mahindra Ltd. mengaku tak ingin tergesa-gesa untuk mendatangkan semua produknya ke Indonesia, karena Mahindra memiliki rencana bisnis jangka panjang di Indonesia.

” Untuk berjualan MPV di Indonesia, maka kita harus perakitan lokal di Indonesia. Atau dengan kata lain membangun pabrik, tapi ini rencana jangka panjang kita,” ungkap Arvind saat ditemui di Mahindra Tower, Mumbai, dilansir dari Liputan6.com (12/11/2019).

Joydepp Moitra, Head of International Operations Automotive Mahindra and Mahindra Ltd. menyadari ada perbedaan karakter konsumen di segmen komersial dengan mobil penumpang.

” Kami menyadari 2 hal penting, pasar Indonesia akan sangat kompetitif, di segmen komersial mereka akan melihat kemampuan produk dibanding brand image. Konsumen akan melihat kemampuan produk lalu membelinya jika sesuai ekspektasi,” ungkap Joydeep.

“Jika di mobil penumpang, brand image itu penting, dan jaringan after sales sangat diperhatikan,” pungkas Joydeep.

Perkuat Brand Melalui Kendaraan Komersial

Mahindra & Mahindra Ltd memiliki fasilitas pabrik Mahindra Vehicle Manufacturers Ltd. seluas 283,28 hektar yang berlokasi di Chakan dengan kemampuan produksi 320.000 unit kendaraan per tahun.

Pabrik ini menghasilkan beragam jenis kendaraan, mulai dari mobil penumpang, kendaraan komersial ringan hingga berat yang diekspor ke lebih dari 32 negara, salah satunya Indonesia.

Saat ini Mahindra masih fokus untuk menggarap pasar komersial dengan pikap Scorpio. Joydepp Moitra, Head of International Operations Automotive Mahindra and Mahindra Ltd. mengatakan,” Kita akan memperkuat brand kita di segmen komersial. Di tahun pertama kita siapkan 14 lokasi penjualan untuk kendaraan komersial. Lalu di tahun ke 2 menambah dealer di berbagai lokasi. Memasuki tahun ketiga, kita akan memulai studi untuk kendaraan penumpang.”

Pihaknya mengaku tak mau tergesa-gesa untuk mendatangkan mobil penumpang ke Indonesia, meskipun memiliki berbagai model kendaraan penumpang. (Uli)

INDOLINEAR.TV