Remaja Ini Gugat Orang Tuanya Karena Dijual Ke Orang Lain

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 23 Januari 2022

Indolinear.com, Jakarta РSeorang anak di China menggugat  kedua orang tuanya ke pengadilan setelah ditelantarkan dua kali oleh ayah dan ibu biologisnya.

Liu Xuezhou, remaja 17 tahun dari Hebei, China utara ini geram lantaran ia dijual oleh orang tuanya saat bayi.

Malah kedua orang tuanya menolak menjalin hubungan dengannya setelah bertemu.

Sebelumnya, Liu berhasil bertemu kembali dengan orang tua kandungnya atas bantuan polisi.

Dilansir dari Tribunnews.com (22/01/2022), Remaja itu mulai melacak keberadaan ayah dan ibu kandungnya sekitar bulan lalu.

Di media sosialnya, Liu mengungkapkan pertemuan dengan ayah dan ibu kandungnya itu merupakan momen membahagiakan.

Namun ia dan kedua orang tuanya mulai bertengkar setelah membicarakan hal-hal terkait uang.

Ayah dan ibu Liu sudah berpisah dan memiliki keluarga baru masing-masing.

Liu mengatakan keduanya tidak mau menerimanya tinggal bersama atau menyediakan tempat terpisah untuknya.

Di sisi lain, ayah dan ibu Liu mengklaim bahwa putranya itu memaksa dibelikan properti yang di luar kemampuan finansial mereka.

Ayah Liu, Ding Shuangquan, mengatakan kepada media lokal bahwa ia dan mantan istrinya akan mempertimbangkan untuk membelikan tempat tinggal setelah Liu selesai kuliah.

Ding Shuangquan mengaku menawari putranya itu untuk tinggal bersama, namun hal ini dibantah Liu.

Menurut remaja 17 tahun ini, baik ayah maupun ibunya tidak mengizinkan ia mengunjungi rumah mereka.

“Aku berencana untuk melepaskannya karena aku adalah anakmu. Tapi Anda berubah ‘putih menjadi hitam’ dan tidak merasa salah sama sekali dengan menjual saya. Sampai jumpa di pengadilan,” tulis Liu di media sosial Weibo.

Sebelumnya, ibu Liu yang bermarga Zhang, mengatakan kepada Shangyou News bahwa dia memutuskan hubungan dengan Liu setelah reuni karena ingin hidupnya kembali damai.

“Tidakkah kamu akan menjauh jika dia adalah anakmu dan bersikap begitu defensif sehingga dia bahkan merekam percakapanmu?”

“Ayahnya telah menikah lagi, dan saya juga. Dia mencoba memaksa kami untuk membelikannya rumah, tetapi kami tidak cukup mampu untuk itu,” katanya.

Ayah Liu membenarkan pernyataan mantan istrinya itu, dan mengaku sedang dalam situasi keuangan yang buruk.

Menurutnya, Liu harus meminta kepada orang tua angkatnya.

Di sisi lain, Liu mengaku minta dibelikan atau disewakan tempat tinggal karena ia sekarang menjadi tunawisma.

Ding maupun Zhang memilih bungkam soal keputusan putranya menuntut mereka.

Liu Xuezhou dicintai oleh orang tua angkatnya, tetapi sebuah ledakan merenggut nyawa mereka dan menghancurkan rumah mereka di sebuah desa di Nangong ketika Liu berusia empat tahun.

Diketahui, pasutri itu membeli Liu Xuezhou dari kedua orang tua kandungnya, Ding dan Zhang.

Pasca insiden itu, Liu dirawat oleh kakek-nenek angkatnya dan berpindah-pindah di antara kerabat.

Dia tahun kedua di sebuah perguruan tinggi di Shijiazhuang, ibu kota Provinsi Heibei.

Ia juga mengambil pekerjaan sampingan selama bertahun-tahun dan hidup dengan subsidi pemerintah untuk anak yatim.

Ding, ayah kandung Liu, menggunakan uang dari penjualan putranya itu untuk membayar mahar kepada keluarga Zhang dan menikahinya.

Liu diketahui memiliki empat saudara kandung dan saudara tiri setelah Ding dan Zhang cerai dan memulai keluarga baru. (Uli)