Rektor UPI YAI Diadukan ke DPR dan Kemenristek Dikti

Rabu, 28 Oktober 2015
Jakarta | Uploader Arif
loading...

JAKARTA – Rektor Universitas Persada Indonesia (UPI) YAI, Prof. Yudi Julius akan diadukan ke DPR, Kemenristek Dikti, dan Kopertis. Orang nomor satu di UPI YAI itu dianggap paling bertanggung jawab atas penipuan 1.080 mahasiswa hingga Rp7 miliar.

Koordinator Forma LPT YAI, Paul mengatakan, pihaknya tidak akan berhenti memperjuangkan nasib 1.080 mahasiswa yang menjadi korban penipuan pembayaran kuliah bodong di UPI YAI.

Menurut Paul, praktik pembayaran kuliah bodong dengan iming-iming cashback 10 persen di kampus UPI YAI diterapkan sejak 2002. Pembayaran kuliah bodong tersebut menjadi praktik korup yang dilakukan oknum-oknum calo di kampus UPI YAI.

Menurut Paul, mata rantai sistem bayar kuliah cashback yang amburadul itu bisa ditelusuri sampai ke level di tingkat dekan dan rektoriat.

Praktik korup tersebut, kata dia, sengaja ditutupi rapat-rapat oleh birokrasi UPI YAI. Anehnya, kerugian sekitar Rp7 miliar justru dibebankan kepada mahassiswa yang notabene sudah membayar uang kuliah melalui oknum di UPI YAI.

Selain mengadukan rektor UPI YAI ke DPR, Kemenristek Dikti, dan Kopertis, mahasiswa juga mendesak perombakan rektorat UPI YAI.

“Kami minta perombakan rektorat, karena situasi ini sudah terjadi sejak tahun 2002,” ujar Paul di depan kampus UPI YAI, Salemba, Jakarta (27/10).

Sebelumnya, anggota DPR RI Eka Sastra prihatin dengan kasus penipuan yang dialami 1.080 mahasiswa UPI YAI. Politikus Partai Golkar itu meminta agar UPI YAI bertanggung jawab dan tidak membiarkan kasus penipuan itu ditanggung sepenuhnya oleh mahasiswa.

“Saya sudah mendengar kasus itu. Saya prihatin, apalagi korbannya banyak sekali. Kasus ini harus menjadi perhatian serius, dan pihak UPI YAI tak boleh lepas tangan. UPI YAI harus tanggung jawab. Kasihan mahasiswa yang jadi korban,” ujar Eka Sastra.

Sementara itu, Sekertaris Jenderal Kemenristek Dikti, Ainun Naim menilai, penipuan 1.000 lebih mahasiswa bisa merusak citra UPI YAI. Karena itu, rektorat dan yayasan UPI YAI harus tanggap.

Ainun menyarankan pihak rektorat dan yayasan UPI YAI untuk menyelesaikan kasus tersebut bersama mahasiswanya sendiri. Jika tidak, citra UPI YAI di mata publik akan buruk.

“Jika pihak rektorat maupun yayasan UPI YAI tak bisa selesaikan permasalahan itu dengan mahasiswanya, maka reputasinya akan buruk,” ujar Ainun.

(one)

Sumber : Pojoksatu.id