Rekrut Kaum Santri Dan Orang Asli Papua Sebagai Anggota Polri

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Selasa, 25 Januari 2022

Indolinear.com, Jakarta – Komisi III DPR RI menggelar rapat kerja dengan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bersama jajarannya, Senin (24/1/2022).

Dalam rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni itu, Kapolri memaparkan berbagai kinerja dan capaian 2021 serta program prioritas Polri Tahun 2022.

Adapun satu di antara beberapa bahasan yang menjadi perhatian Komisi III adalah mengenai perekrutan berbagai kelompok masyarakat oleh Polri.

Termasuk di antaranya 83 bintara dari kelompok santri, 410 personel yang berasal dari suku pedalaman, 3.500 personel dari orang asli Papua dan 21 personel berkebutuhan khusus menjadi PNS Polri.

Menurut Sahroni, ini menunjukkan inklusifitas yang makin berkembang di tubuh Polri.

“Luar biasa sekali, ini adalah wujud inklusifitas di tubuh Polri. Dengan program rekrutmen yang proaktif ini, kepolisian menunjukkan bahwa lembaganya adalah institusi yang mengayomi, tidak eksklusif, dan merangkul berbagai kalangan,” kata Sahroni, dilansir dari Tribunnews.com (24/01/2022).

Tak hanya membahas terkait rekrutmen dari kelompok tertentu, Sahroni juga menyoroti terkait isu kesetaraan gender di tubuh Polri.

Sebelumnya, Kapolri menyebut bahwa pihaknya ingin terus menambah personel polwan di kepolisian, dan menempatkan mereka di jabatan-jabatan strategis.

“Selain itu terkait kesetaraan gender, memang seperti yang kita tahu, komposisi Polwan terhadap polisi pria masih sangat timpang di kepolisian, tapi saya sangat mengapresiasi Pak Kapolri yang berkomitmen untuk terus meningkatkan keterwakilan perempuan. Hal ini karena memang banyak kasus-kasus di mana peran polwan sangat dibutuhkan. Misalnya dalam penanganan kasus KDRT. Jadi terima kasih Pak Kapolri telah memberikan perhatian atas hal ini,” pungkas Sahroni. (Uli)