Redam Inflasi, Malaysia Berencana Menggelontorkan Subsidi Senilai 18 Miliar Dolar AS

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Senin, 27 Juni 2022

Indolinear.com, Malaysia – Malaysia diperkirakan akan menghabiskan 77,3 miliar ringgit atau sekitar 17,6 miliar dolar AS untuk subsidi dan bantuan tunai tahun ini sekaligus meredam kenaikan harga.

Dikutip dari Tribunnews.com (26/06/2022) harga barang telah melonjak di Malaysia dalam beberapa bulan terakhir karena gangguan rantai pasokan, kekurangan tenaga kerja dan dampak perang di Ukraina.

Menurut data dari Pemerintah Malaysia, inflasi makanan naik 5,2 persen dari tahun sebelumnya di bulan Mei, tertinggi sejak November 2011.

Menteri Keuangan Malaysia Tengku Zafrul Aziz mengatakan, Malaysia diproyeksikan menghabiskan 51 miliar ringgit untuk subsidi konsumen termasuk bahan bakar, listrik, dan makanan, dengan asumsi bahwa harga pasar komoditas tetap pada level saat ini.

“Pemerintah juga akan menyalurkan bantuan tunai 11,7 miliar ringgit, dan subsidi lainnya 14,6 miliar ringgit,” kata Tengku Zafrul Aziz.

Sebelumnya, Malaysia berencana mengeluarkan dana hampir 400 juta dolar AS bulan ini untuk membantu rumah tangga mengatasi kenaikan harga makanan dan biaya hidup.

Peningkatan pendapatan pemerintah dari kenaikan harga komoditas tidak cukup untuk mengimbangi lonjakan yang diharapkan dalam belanja subsidi tahun ini. (Uli)