Ratusan Mantan OPM Kini Bekerja Sebagai Perawat Hingga Satpol PP

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Kamis, 13 Juni 2019

Indolinear.com, Papua – Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda mengungkapkan, sudah ada ratusan mantan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang telah mendapatkan pekerjaan dan memiliki kehidupan yang lebih baik.

“Sudah ada ratusan mantan anggota OPM telah dipekerjakan sebagai anggota Satpol PP, pegawai honorer, ASN, dan tenaga perawat,” ujar Yuni, melalui rilis, dilansir dari Tribunnews.com (12/06/2019).

Dia mengungkapkan, alasan utama para mantan anggota OPM kembali ke NKRI adalah karena faktor kesejahteraan.

Selama ini, terang Yuni, mereka hidup di dalam hutan karena menghindari kejaran aparat.

Tetapi, di sisi lain, mereka juga memperhatikan perkembangan pembangunan di tengah masyarakat.

Hal senada juga sempat disampaikan oleh Kapendam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi terkait alasan Telangga Gire, mantan Ajudan goliat Tabuni, Pemimpin OPM di Puncak Jaya, kembali ke NKRI.

“Kami tiap hari hanya makan petatas dan keladi ambil dari kebun warga, sementara pembangunan di kampung-kampung dan di kota-kota semakin maju dan warga hidup sejahtera,” kata Aidi, menyampaikan perkataan Telangga Gire.

Menurut dia, Telangga yang memiliki 13 orang anak dari empat istri, ingin bekerja baik-baik dan menyekolahkan seluruh anaknya agar kelak bisa memiliki kehidupan lebih baik.

Aidi mengklaim, Telangga juga akan mengimbau mantan rekan-rekannya yang masih berada di hutan untuk segera mengikuti jejaknya agar mereka bisa memiliki kehidupan yang normal.

Sudah 458 Mantan OPM Kembali ke NKRI

Satu lagi seorang anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyatakan diri kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Namanya Telangga Gire. adalah seorang ajudan Goliat Tabuni, salah satu petinggi OPM.

Sikap Telangga Gire meninggalkan OPM menambah daftar orang-orang yang beralih menyatakan sikap ke NKRI.

Sejak 2017 hingga pertengahan 2019, disebut telah ada 458 anggota OPM yang telah menyatakan diri kembali ke NKRI.

“Pada 2017, ada 154 anggota OPM di Kabupaten Puncak kembali ke NKRI, lalu 77 orang di Yapen, dan 215 orang di Puncak Jaya,” ungkap Kapendam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi di Jayapura.

Pada 2018, sambungnya, tidak ada anggota OPM yang menyerahkan diri ke aparat, namun di 2019, sudah ada 12 orang yang menyatakan kembali ke NKRI, yaitu delapan orang di Kota Jayapura dan empat orang di Puncak Jaya.

Di antara anggota OPM yang menyerahkan diri, terdapat juga para para petinggi, seperti Panglima OPM Yapen Timur, Kris Nussy di Kabupaten Yapen.

Kemudian yang terbaru di Puncak Jaya, dimana Telangga Geri yang merupakan ajudan Goliat Tabuni, pemimpin OPM di Puncak Jaya, juga telah bersumpah dan mencium bendera merah putih tanda kembali ke NKRI.

Goliat Tabuni Kepada mantan anggota OPM tersebut, terang Aidi, mereka kemudian akan diberdayakan oleh pemerintah daerah setempat sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

Hal ini juga yang dikatakan oleh Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda.

Menurut dia sudah ada ratusan mantan anggota OPM telah dipekerjakan sebagai anggota Satpol PP, pegawai honorer, ASN dan tenaga perawat.

“Kami berdayakan mereka sebaik mungkin, dengan begitu mereka dapat menghidupi keluarga mereka,” ucapnya. (Uli)