Ratusan Aplikasi Android Tersusupi Malware Alien, Termasuk Twitter Dan IG

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Jumat, 9 Oktober 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Setiap harinya, dunia maya seakan tak pernah habis mengikis serangan malware baru. kali ini, peneliti dari ThreatFabric menemukan malware baru yang dijuluki Alien.

Melansir dari Merdeka.com (08/10/2020), software jahat itu diyakini dapat mencuri kata sandi (password) dari 226 aplikasi Android. Menurut para peneliti, Alien bukanlah kode baru, tetapi merupakan versi yang lebih canggih dari malware sebelumnya yang disebut Cerberus.

Jika Alien menginfeksi smartphone, ia dapat melakukan sejumlah tindakan berbahaya, termasuk login palsu, mengumpulkan password, dan memberi peretas akses ke perangkat.

Selama analisis, para peneliti mengidentifikasi 226 aplikasi Android yang menjadi target, termasuk Twitter, Instagram dan Snapchat, serta beberapa aplikasi perbankan.

Sayangnya, masih belum jelas bagaimana malware tersebut dapat menginfeksi smartphone. Namun, Jake Moore, Spesialis Keamanan Siber di ESET, mendesak konsumen untuk berhati-hati tentang aplikasi mana yang mereka pasang di smartphone Android mereka.

Sangat Berbahaya

Moore mengatakan malware itu berpotensi menjadi sangat berbahaya serta dapat menyebabkan implikasi yang sangat besar dan luas bagi pengguna dan perangkat mereka.

“Daftar fitur yang mengesankan, termasuk mencuri kode 2FA dari aplikasi otentikasi, jauh lebih besar daripada malware Android yang cenderung kita lihat,” ujarnya.

Maka dari itu, sangat penting bagi pengguna untuk menghindari toko aplikasi tidak resmi yang tidak diketahui saat mengunduh aplikasi baru.

Mengklik tautan dari halaman web mungkin tampak nyaman bagi pengguna, tetapi tautan ini dapat mengarahkan mereka ke lokasi yang tidak memiliki pengawasan dan perlindungan standar yang ditawarkan Google.

“Malware Android tetap sangat menguntungkan bagi penjahat dunia maya, tetapi siklusnya dapat diputus begitu pengguna mengenali kerusakan yang dapat ditimbulkan saat keluar dari keamanan Google Play Store,” tutup Moore. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: