Rambut Gimbal Wanita Ini Jadi Sarang Kecoa Dan Tikus

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Kamis, 30 Januari 2020
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Semarang – Akibat segala keterbatasan yang dimiliki, membuat Sukiyah (50) warga Kabupaten Semarang, Jawa Tengah tidak terawat. Disebut-sebut selama 27 tahun tidak mandi, rambutnya berubah menjadi gimbal sepanjang 1,5 meter. Bahkan rambut wanita malang tersebut menjadi sarang kecoa dan tikus.

Berkat pertolongan Relawan Aksi Cepat Tangguh (ACT), Sukiyah akhirnya mendapat pendampingan khusus dan dirawat di Panti Rehabilitasi Kejiwaan Rumah Pemulihan Efata Semarang.

Saat membersihkan Sukiyah, tim Relawan membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk memotong rambut gimbal.

“Kami potong rambutnya butuh waktu 20 menit, kemudian dibawa ke tempat yang layak punya swasta,” kata relawan ACT Ardian Kurniawan Santoso, dilansir dari Merdeka.com (29/01/2020).

Dia kaget ketika melihat rambut panjang wanita tersebut. “Kaget juga, rambutnya gimbal sekitar 1,5 meter. Di rambutnya itu ada beberapa tikus, kecoa, ada juga tulang tikus yang diduga sudah menjadi bangkai. Dia juga minta nanti setelah dipotong untuk dikeramas dengan sampo warna hitam, dan sekalian diobatin,” ungkapnya.

Tidak hanya itu saja, yang menjadi tragis kondisi kaki Sukiyah sudah lemah sehingga tidak bisa digunakan untuk berjalan.

“Hanya duduk selonjor, kalau pindah yang selalu dilakukan ndlosor, sebab tangannya juga lemah,” ungkapnya.

Dalam kondisi seorang diri, dia juga mulai melakukan aktivitas sehari-harinya di rumah, termasuk buang air besar dan kecil, sehingga seisi rumah mengeluarkan bau menyengat.

“Sering buang air besar sembarangan itu yang membuat dalam rumah tidak bersih,” jelasnya.

Paman Sukiyah, Suramto mengaku dia ditinggal meninggal ibunya sekitar tiga tahun yang lalu. Sementara adik kandung pindah ke Banjarnegara. Tidak tahu kenapa, Sukiyah yang tinggal di Dusun Karangombo, Desa Polobogo, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang mulai bertingkah aneh dan jadi pendiam sejak umur 10 tahun.

“Padahal dulu pernah membantu ibunya saat berkebun. Tidak tahu kenapa ada perubahan drastis seperti itu,” terang Suramto.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang, Gunadi mengatakan akan melakukan pendampingan terhadap Sukiyah.

“Saat ini Sukiyah didampingi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Getasan. Perkembangannya juga dipantau secara rutin,” kata Gunadi.

Gunadi meminta agar kejadian seperti Sukiyah tidak lagi terulang lagi. Dia berharap agar masyarakat segera berkomunikasi dengan perangkat desa setempat jika ada kejadian serupa.

“Jadi bila ada warga tahu lagi kejadian seperti itu, harus segera melaporkan kejadian ke perangkat desa. Kita harus juga membiasakan hidup bersih dan sehat, termasuk juga merawat rambut,” ungkapnya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: