Ramai Publikasi Akhir Pelarian Saddam Husein, Tewas Oleh Tentara AS

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Senin, 13 Januari 2020

Indolinear.com, Jakarta – Sejarah mencatat bahwa hari ini 16 tahun lalu, menjadi akhir pelarian presiden terguling Irak, Saddam Hussein. Ia jatuh ke ‘tangan’ tentara AS.

14 Desember 2003, Saddam Hussein dipublikasikan ditemukan bersembunyi di sebuah bunker kecil di rumah lokasi pertanian sekitar 10 mil (15 km) selatan dari kota asalnya, Tikrit. Sejatinya ia telah ditangkap pada 13 Desember.

Seorang juru bicara militer AS, Mayor Jenderal Raymond Odierno mengatakan operasi itu diluncurkan segera setelah informasi dari seorang anggota keluarga Saddam Hussein.

“Selama 10 hari terakhir kami membawa sekitar lima sampai 10 anggota keluarganya, dan akhirnya mendapat informasi utama dari salah satunya,” beber Odierno.

Saddam Hussein ditemukan di sebuah spider hole atau gudang cukup besar untuk seseorang berbaring. Ukurannya 1,8 m x 2,5 meter.

Pintu masuk bagian atasnya dilapisi polystyrene dan ditutupi dengan karpet, batu bata dan tanah. Saddam telah bernapas melalui ventilasi udara dan kipas extractor.

Mantan diktator Irak itu dipersenjatai dengan pistol, tapi Mayor Jenderal Odierno mengatakan, ia menyerahkan diri tanpa perlawanan. Dia tampak bingung dan mengalami disorientasi saat ditangkap pukul 20.30 waktu setempat.

“Ladies and gentlemen, kita sudah menangkapnya. Tiran ini adalah tahanan,” kata administrator AS, Paul Bremer kepada wartawan di Baghdad seperti dikutip dari Liputan6.com (11/01/2020).

Uang Disita, Rekan Dibekuk

Dalam penangkapan tersebut, dua orang tak dikenal yang mengaku ‘sekutu dekat’ Saddam Hussein juga dibekuk. Senjata dan uang tunai lebih dari US$ 750 ribu turut disita.

Rekaman video yang dirilis oleh militer AS yang menunjukkan Saddam dalam kondisi awut-awutan, dengan jenggot hitam dan abu-abu yang panjang dan menjalani pemeriksaan medis.

Sebelumnya, Saddam tak diketahui keberadaannya sejak pasukan AS memasuki Baghdad pada April 2003.

Meskipun menjadi salah satu orang yang paling diburu dalam sejarah, ia berhasil menghindari penangkapan selama delapan bulan.

Sempat Jadi Sayembara Berhadiah

Sebelum penangkapannya, pihak AS mengumandangkan sayembara berhadiah US$ 25 juta, bagi mereka yang bisa memberikan informasi mengarah pada penangkapannya.

Sebuah hadiah yang sama diklaim untuk mengungkapkan keberadaan anak-anak Saddam Hussein: Uday dan Qusay, yang tewas dalam serangan oleh pasukan AS di kota Mosul, Irak utara pada Juli 2003.

Ketika berita penangkapan Saddam Husein tersebar ke seluruh Irak, orang-orang mulai merayakannya di jalan-jalan Baghdad dan kota Kirkuk. Mereka berpesta, membunyikan klakson, dan menembakkan kembang api ke udara.

Sementara kota-kota kubu pendukung Saddam Husein di Tikrit dan Fallujah sebaliknya, muram dan tenang. (Uli)

INDOLINEAR.TV