Raksasa Teknologi Dunia Siap Memerangi Hoaks Soal Vaksin Covid-19

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Rabu, 9 Desember 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Tiga raksasa teknologi dunia yakni Facebook, Twitter, dan Google menyatakan siap perangi disinformasi soal vaksin Covid-19 di platform mereka masing-masing.

Hal itu ditunjukkan lewat kerja sama dengan agensi fact-checker maupun pemerintah di sejumlah negara.

Lewat kerja sama ini, ketiga perusahaan akan berkolaborasi dengan peneliti dan instansi pemerintah di Inggris dan Kanada untuk menciptakan kerangka kerja merespons misinformasi mengenai anti-vaksin di tengah pandemi saat ini.

Dikutip dari Merdeka.com (08/12/2020), upaya ini dilakukan mengingat vaksin Covid-19 diprediksi akan hadir dalam beberapa bulan mendatang dan misinformasi yang beredar dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap temuan tersebut.

“Dengan vaksin corona virus yang berpotensi hadir dalam beberapa bulan mendatang, gelombang informasi baru dapat menurunkan kepercayaan pada ilmu pengobatan saat hal itu benar-benar dibutuhkan,” tulis Full Fact dalam pernyataannya.

Adapun dalam upaya ini, Facebook, Google, dan Twitter akan bekerja sama dengan sejumlah organisasi fact-checker di Amerika Serikat, Inggris, India, Spanyol, Argentina, dan Afrika.

Upaya Selama Ini

Di sisi lain, masing-masing perusahaan itu sebenarnya sudah berupaya melawan misinformasi di platformnya selama masa pandemi ini. Salah satunya dilakukan Facebook dengan melarang iklan yang berisi penolakan vaksin.

Sementara itu, YouTube baru-baru ini juga memblokir video yang berisi minformasi soal vaksin Covid-19.

Lalu langkah yang dilakukan Twitter adalah mempromosikan informasi kredibel mengenai vaksin dan pandemi. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: