Rahmat Efendi Tingkatkan Rapid Redam Penularan Covid-19 Walikota Bekasi Test

FOTO: wartakota.tribunnews.com/indolinear.com
Jumat, 16 Oktober 2020
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Walikota Bekasi, Rahmat effendi, mengatakan pihaknya terus meningkatkan rapid test kepada warganya untuk menahan laju penyebaran virus corona.

Menurutnya, saat ini ada sekitar 1.500 sampel yang antri untuk dilakukan tes dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

“Sekarang kan ada 1.500 (sampel) yang waiting list. Tunggu putaran laboratorium,” kata Rahmat kepada wartawan di Bekasi, dilansir dari Wartakota.tribunnews.com (15/10/2020).

Rahmat mengatakan, antrean panjang terjadi karena pemeriksaan Covid-19 di wilayahnya semakin masif.

“Terakhir aja kita udah pakai 46.000 sampel,” ujar Rahmat.

Kota Bekasi baru memiliki tiga alat PCR, yakni dua di Labkesda milik Pemkot dan satu di RSUD Kota Bekasi.

Kapasitas tes PCR di Labkesda lebih kurang 240 sampel per harinya.

Sementara itu, di laboratorium RSUD Bekasi bisa sampai 300 sampel per harinya.

Sebelumnya, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bekasi, Dezy Syukrawati, mengatakan pihaknya mulai menggunakan alat PCR di RSUD tipe D Jatisampurna.

Kapasitas pemeriksaan di RSUD tersebut mencapai 34 sampai 90 sampel per harinya.

Dezi menargetkan, dengan penambahan alat PCR ini, dalam sehari pihaknya bisa periksa 1.000 sampel.

Sedangkan pasien Covid-19 yang sempat menjalani isolasi di The Green Hotel Bekasi telah dipulangkan setelah dinyatakan sembuh.

Sebelumnya, ada empat pasien yang menempati The Green Hotel sejak Rabu (6/10/2020) lalu.

“Kumulatif empat pasien, kini sembuh empat pasien,” ujar Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Rina Oktavia.

Rina menjelaskan, setiap pasien yang masuk ruang isolasi, maka wajib menjalani swab test dan menunggu tiga hari setelah dia masuk.

“Ya kalau ada pasien masuk hari ini, kemudian dia harus jalani swab test. Kalau hasilnya negatif, ya bisa langsung dipulangkan,” kata Rina.

Dia mengatakan, pasien Covid-19 yang diizinkan pulang masih harus jalani isolasi di rumah dan dipantau oleh Puskesmas setempat.

Selama sepekan pasien Covid-19 tersebut harus jalani isolasi mandiri di rumah.

“Iya tidak boleh keluar rumah, kan tetap seminggu lagi isolasi. Jadi kita tidak sembarangan ngasih pulang pasien,” tuturnya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: