Rabona, Teknik Tendangan Silang Dalam Sepak Bola Ala Erik Lamela

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Rabu, 17 Maret 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Pemain tengah Tottenham Hotspur, Erik Lamela, mencetak sebuah gol indah ketika timnya menghadapi Arsenal pada pertandingan pekan ke-28 Liga Inggris, Minggu (14/3/2021) malam WIB.

Menerima umpan Lucas Moura di dalam kotak penalti lawan, Lamela menjebol gawang Arsenal melalui sebuah tembakan menyilang menggunakan kaki kiri. Dalam istilah sepak bola, gerakan yang dilakukan Erik Lamela itu disebut dengan rabona.

Selain Lamela, bintang-bintang sepak bola dunia seperti Cristiano Ronaldo, Angel Di Maria, Neymar, hingga sang legenda Ronaldinho kerap melakukan teknik seperti itu.

Pada dasarnya, rabona adalah gerakan menendang bola dengan cara menyilangkan kedua kaki, di mana ketika menendang tetap menggunakan kaki terkuat, dilansir dari Kompas.com (16/03/2021).

Sebagai contoh adalah gerakan Rabona oleh Erik Lamela yang merupakan pemain berkaki kiri alias kidal. Ketika Lamela menerima umpan, bola berada di sisi kanan tubuhnya.

Gelandang asal Argentina itu lantas menyilangkan kaki kiri ke belakang kaki kanan yang menjadi tumpuan, lalu melepaskan tembakan.

Seorang pemain sepak bola tak hanya melalukan rabona untuk mencetak gol, tapi juga ketika dia ingin mengumpan atau mengecoh lawan. Dibutuhkan ketepatan dan skill tinggi untuk mengeksekusi bola menggunakan teknik rabona.

Lantas, bagaimana sebenarnya asal-usul rabona?

Asal-usul Rabona

Ada beberapa versi terkait asal-usul teknik tendangan sepak bola yang akhirnya disebut sebagai rabona.

Mantan pemain klub Estudiantes asal Argentina, Ricardo Infante, disebut sebagai penemu rabona. Ia pertama kali melakukannya pada pertandingan Estudiantes vs Rosario Central tahun 1948.

Pada laga tersebut, Infante melakukan rabona untuk mencetak gol. Hal ini kemudian didokumentasikan oleh majalah sepak bola Argentina, El Grafico.

Foto Ricardo Infante saat itu dilengkapi dengan judul “El infante que se hizo la rabona”. Dalam bahasa Spanyol, “el infante” berarti seorang bocah, sementara “la rabona” adalah membolos sekolah.

Selain Ricardo Infante, pesepak bola lain yang juga disebut-sebut sebagai penemu teknik rabona adalah pemain Ascoli asal Italia, Giovanni Roccotelli, saat masih aktif bermain pada era 1970-an.

Roccotelli mengaku menjadi penemu rabona setelah legenda sepak bola Brasil, Pele, menyinggung teknik tersebut.

“Saya sering melakukan tekhnik itu ketika bermain. Saya bahkan pernah mencetak gol dengan teknik itu ketika dipanggil timnas Italia,” kata Roccotelli.

Dalam penjelasan lain, rabona diduga berasal dari bahasa Spanyol “rabo” yang berarti ekor. Jika dilihat, gerakan tendangan rabona memang terlihat seperti kibasan ekor sapi atau hewan lainnya.

Di Brasil, teknik rabona dikenal dengan chaleira atau letra. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: