Quibi Berhenti Beroperasi, Menjadi Platform Streaming Dengan Umur Terpendek

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Senin, 2 November 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Layanan streaming yang berfokus pada platform mobile berdurasi pendek yakni Quibi, baru saja ditutup. Penutupan Quibi ini hanya enam bulan setelah awal mereka beroperasi.

Hal ini membuat Quibi jadi layanan streaming dengan umur terpendek hingga saat ini, yakni hanya dari awal April hingga pertengahan Oktober.

“Kami merasa bahwa kami telah menghabiskan semua pilihan. Akibatnya, kami dengan enggan mengambil keputusan sulit untuk menghentikan bisnis, mengembalikan uang tunai ke pemegang saham kami, dan mengucapkan selamat tinggal kepada rekan-rekan kami,” tulis petinggi Quibi Jeffrey Katzenberg dan Meg Whitman di postingan Mediumnya, dilansir dari Merdeka.com (01/11/2020).

Beberapa faktor diduga jadi penyebab matinya Quibi. Mulai dari peluncuran di tengah pandemi, kurangnya konten yang menarik pelanggan, serta persaingan video durasi pendek dengan platform gratis seperti TikTok, Youtube, dan IGTV.

Quibi sendiri sudah punya beberapa banyak konten orisinal, dan saat ini mereka terlantar. Sang petinggi awalnya sudah mendekati berbagai raksasa media dan teknologi untuk mengakuisisi mereka, namun gagal. Langkah selanjutnya adalah setidaknya mereka mendekati Facebook dan NBC Universal untuk mengakuisisi kontennya saja, dan hal tersebut tetap gagal. Jadi, Quibi tutup dalam keadaan kontennya terlantar.

Keunggulan utama dari Quibi adalah eksklusivitasnya di perangkat mobile, dan pengguna bisa memilih orientasi lanskap juga portrait dan tiap acaranya diedit dengan dua pendekatan tersebut untuk ditonton dengan nyaman.

Pengguna Sedikit

Quibi sendiri dilaporkan oleh perusahaan analitik Sensor Tower, kehilangan 90 persen penggunanya pascamasa percobaan 90 hari berakhir. Disebut estimasi penggunanya hanya 72 ribu saja.

Angka tersebut dibantah oleh Quibi namun angka sebenarnya tak diungkap. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: