Putranya Menolak Disusui, Joanne Ternyata Terkena Kanker Payudara

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Senin, 15 Juli 2019

Indolinear.com, Jakarta – Tahun 2015, Joanne Carr penasaran ketika tiba-tiba saja putranya tiba-tiba menolak disusui dari payudara kanannya. Dia saat itu tidak tahu, kanker payudara adalah penyebabnya.

Ketika putranya disusui dari payudara kirinya, tidak ada masalah apapun. Joanne mengira kemungkinan, payudara kanannya tersumbat atau ada masalah lainnya.

Ibu 37 tahun itu segera memeriksakan payudaranya ketika menemukan benjolan seukuran kacang polong. Dokter mendiagnosis terkena kanker payudara.

Melansir dari Liputan6.com (14/07/2019), Joanne akhirnya menjalani delapan sesi kemoterapi dan operasi. Di April 2018, dia mendapatkan remisi.

Malaikat Kecil

Wanita asal Liverpool, Inggris ini mengatakan bahwa dia berterima kasih pada putranya, Dougie yang saat ini sudah berusia 5 tahun.

“Itu adalah mukjizat. Jika tidak ada Dougie maka saya tidak mungkin menemukan benjolan itu,” kata ibu dua anak tersebut.

Menurut ibu tunggal dari Isla Mclnerney (11) dan Dougie itu, dokter mengatakan apa yang dilakukan Dougie sangatlah aneh.

“Dia menyelamatkan hidup saya tanpa keraguan. Dia adalah malaikat kecil.”

Penyebab Dougie Menolak Disusui

Sarah Cate, asisten profesor bedah payudara di Icahn School of Medicine Mount Sinai, New York City, Amerika Serikat mengatakan, dokter biasanya meminta seorang ibu dengan kanker payudara untuk berhenti memberikan ASI sebelum operasi. Hal ini untuk mengurangi pembengkakan dan aliran darah agar tidak terjadi infeksi.

“Jika Anda didiagnosis kanker payudara, Anda akan diminta untuk berhenti menyusui,” kata Cate.

Meski begitu, dalam kasus ini, tidak diketahui mengapa Dougie tidak ingin menyusui dari payudara di mana tumor itu tumbuh.

Joanne berspekulasi, ada kemungkinan hal ini dikarenakan benjolan 2 sentimeter itu tumbuh dekat dengan putingnya. Hal ini membuat putranya merasakan benda itu ketika mulut menempel dengan payudaranya dan membuatnya tidak nyaman.

“Saya masih berpikir betapa beruntungnya saya sampai hari ini,” katanya. (Uli)