Puspiptek Tanggapi Pembangunan GIPTI

FOTO: sopy/indolinear.com
Jumat, 18 Oktober 2019

Indolinear.com, Tangsel – Puspiptek menanggapi Mahasiswa Peduli Rakyat (GMPR) tentang pemberitahuan aksi terkait tuntutan terhadap pembangunan GIPTI pada (9/10/2019) lalu.

Kabid Sarana Kawasan Puspitek, Dwi Wiratno menegaskan bahwa tidak ada sejengkalpun tanah yang akan diserahkan kepada pihak lain terutama pihak swasta. Oleh karena itu, tidak benar jika ada yang menyebutkan bahwa proyek GIPTI adalah langkah Swastanisasi Aset Negara.

“Dalam pembahasan penyusunan draft Perjanjian Hibah antara kami dan Sinarmas Land pun turut dihadiri oleh perwakilan dari DJKN Kementerian Keuangan.

Kalau ada pihak-pihak yang merasa terdapat dugaan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dalam Proyek Pembangunan GIPTI ini, dipersilakan untuk melayangkan aduan secara sah dengan bukti-bukti yang jelas.

Dibangunnya GIPTI merupakan diseminasi dari hasil-hasil penelitian dan inovasi yang selama ini telah dilakukan di Puspiptek agar dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

Sarana dan prasarana yang akan dibangun dalam proyek GIPTI diharapkan dapat menghubungkan antara dunia penelitian, kampus, serta dengan industri berbasis teknologi dan dunia usaha yang akan melibatkan kontribusi dari masyarakat sekitar. Sedangkan fasilitas umum yang akan dibangun nantinya membutuhkan tenaga keamanan dan kebersihan yang senantiasa menjaga agar lingkungan tetap kondusif.

Dalam hal perizinan, pihaknya pun telah mengajukan Surat Permohonan Sertifikasi Tanah seluas 150.000 m2 di Desa Pagedangan, Kabupaten Tangerang kepada Badan Penanahan (BPN) Kabupaten Tangerang dan dilanjutkan dengan Permohonan Pengukuran surat.

Untuk permohonan izin prinsip sudah diajukan dengan permohonan kepada Bupati Tangerang melalui Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Namun sejak surat-surat tersebut diajukan, sertifikat maupun izin prinsip belum diterbitkan hingga saat ini.(Sopy)

INDOLINEAR.TV