Pusdiklat Setjen DPR Menggelar Workshop Penanganan Kondisi Darurat Di Kompleks Parlemen

FOTO: dpr.co.id/indolinear.com
Jumat, 7 Agustus 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Setjen DPR RI menggelar Workshop Penanganan Kondisi Darurat di Kompleks Gedung DPR RI. Seperti diungkapkan Plt. Kepala Pusat (Kapus) Pendidikan dan Pelatihan Setjen DPR RI Rahmad Budiaji dalam sambutannya di acara tersebut, Pimpinan DPR RI dan Sekjen DPR RI sangat menyadari dan memperhatikan sunguh-sungguh tingkat kerawanan bencana yang bisa terjadi dilingkungan Komplek DPR. Baik itu bencana alam, bencana non alam, maupun bencana sosial.

“Oleh karena itu kami dijajaran Pusdiklat diamanatkan untuk memberikan kembali pemahaman dan pengetahuan agar tercapai frekuensi yang sama antara pegawai di seluruh level kepemimpinan maupun pelaksana dalam peningkatan pemahaman perbaikan kondisi dan untuk koordinasi dalam penanganan, pencegahan dan penanggulangan bencana,” ujar pria yang akrab disapa Aji itu di ruang Rapat Banggar Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, dilansir dari Dpr.go.id (06/08/2020).

Ditegaskannya, sangat penting bagi semua pegawai di lingkungan Setjen DPR RI untuk bisa menciptakan koordinasi dan penanganan yang cepat, tepat, efektif, efisien, dan terpadu dalam penanganan penanggulangan bencana agar dampak yang ditimbulkan dapat dikurangi.

“Dalam penanggulangan bencana, khususnya dalam fase tanggap darurat, harus dilakukan secara cepat dan tepat dan dikoordinasikan dalam satu komando. Dalam pengalaman kita beberapa waktu yang lalu, kalua terjadi kegagapan dalam penanganan dan ketidakjelasan informasi dalam kondisi darurat bencana dapat menghambat penanganan kondisi darurat. Situasi dan kondisi seperti ini disebabkan belum terciptanya mekanisme tanggap darurat yang baik dan kesadaran untuk itu,” tuturnya.

Aji menyampaikan, keberadaan sistem yang baik di dalam lingkungan Sekretariat Jenderal DPR RI akan memudahkan akses untuk memerintahkan unit kerja dalam hal permintaan dan pengerahan sumber daya manusia, peralatan logistik, pengadaan barang dan jasa, pengelolaan dan pertanggungjawaban atas uang dan atau barang, serta penyelamatannya.

Ia memaparkan, tujuan diselenggarakannya workshop itu adalah agar tercipta penambahan dan refreshing pengetahuan keterampilan dan perilaku kita terhadap kesiapsiagaan bencana dan terus dibnerikan kepada seluruh pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal DPR RI.

“Tim narasumber yang sudah dipersiapkan akan menyampaikan tiga materi besar, yakni manajemen bencana tingkat dasar, tehnik mitigasi menghadapi gempa bumi, manajamen kebakaran dan keselamatan gedung. Workshop ini diikuti oleh 95 pegawai dari hampir semua unit yang menempati gedung. Kami harap mereka bisa menjadi agen untuk meneruskan pemahaman pengetahuan mulai dari pengenalan bencana sampai dengan penanganannya. Kegiatan acara ini dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19,” ungkapnya.

Sementara itu dalam paparannya, Saepuloh selaku pembicara dari Tim Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta, menyampaikan pembahasan tentang bagaimana prosedur keadaan darurat ketika terjadi kebakaran. Sedangkan Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta memberikan materi mengenai Kesiapan dan Teknik Evakuasi Gempa. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: