Pusat Kanker Nasional Jepang Mengupayakan Kerja Sama Dengan RS Di Indonesia

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Selasa, 2 November 2021
loading...

Indolinear.com, Tokyo – Pusat Kanker Nasional Jepang (NCC) saat ini sedang mengupayakan kerja sama dengan sebuah rumah sakit di Indonesia.

“Kita sudah dapatkan persetujuan mengenai kerahasiaan kesepakatan bersama bulan Mei 2021. Menunggu kerjasama (MOU) dengan rumah sakit tersebut yang telah kami kirimkan sejak Juli 2021,” papar Kenichi Nakamura MD, PhD, Direktur Departemen Pengembangan Klinikal Internasional, CMO Kantor Pendukung Riset Klinikal, Rumah Sakit Pusat Kanker Nasional Jepang (NCC) yang dilansir dari tribunnews.com (01/11/2021).

NCC saat ini dengan dana dari pemerintah Jepang sedang membuat database “kanker langka”, yang memiliki sedikit pasien, sulit untuk melakukan uji klinis, dan sulit untuk mengembangkan metode pengobatan.

Pusat Kanker Nasional telah mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan database yang mengumpulkan informasi tentang gen pasien bekerja sama dengan institusi medis di lima negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia,  dan berharap untuk mengembangkan pengobatan untuk kanker langka yang umum di Asia.

Basis data ini diluncurkan bersama oleh National Cancer Centre Hospital dan 10 institusi medis di lima negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia,  Thailand, dan Vietnam.

Masalah dengan kanker langka seperti kanker masa kanak-kanak, sarkoma, dan tumor otak adalah sulitnya uji klinis karena jumlah pasien yang sedikit, dan metode pengobatan terbatas karena pengumpulan informasi genetik yang tidak memadai.

Untuk mengumpulkan informasi tentang gen pasien Asia dengan karakteristik serupa di database setelah mendapatkan persetujuan, institusi medis yang berpartisipasi akan mengembangkan metode pengobatan baru seperti obat-obatan sesuai dengan karakteristik genetik pasien.

“Kami berencana untuk melanjutkan uji klinis internasional serta bekerjasama dengan berbagai perusahaan farmasi global, termasuk 8 perusahaan farmasi Jepang,” lanjutnya.

Data 2000 pasien di Jepang sudah terdaftar, dan diharapkan data lebih dari 1000 pasien dari masing-masing negara akan terdaftar setiap tahun di masa mendatang.”Upaya ini penting dalam memajukan penelitian dan pengembangan metode pengobatan kanker, yang sangat umum di Asia. Di masa depan, kami ingin berkolaborasi dengan berbagai negara di Asia. Kita akan saling berbagai informasi satu sama lain sehingga dapat bermanfaat bagi kepentingan sebanyak mungkin orang,” lanjutnya.

Di Indonesia diperkirakan kemungkinan banyaknya kanker dengan karakter sendiri seperti kanker usus, kanker paru-paru dan sebagainya. karakter yang berbeda dengan yang ada di Jepang khususnya wanita paling banyak terkena kanker payudara.

“Dengan data yang ada tersebut, akan memudahkan kalangan farmasi membuat obatnya dan bukan tidak mungkin bila banyak penderita kanker di Indonesia, pembuatan obat juga bisa kita tawarkjan ke perusahaan Jepang agar berproduksi pula di Indonesia sehingga menguntungkan bagi semua pihak nantinya.”

Proyeknya diberi nama ATLAS yang berarti Asian clinical TriaLs network for cAncerS) untuk membentuk jaringan penelitian klinikal se Asia nantinya.

Kerjasama uji klinis dengan Indonesia juga diharapkan untuk pengembangan pengobatan enkologi sekaligus pembuatan obatnya juga pada akhirnya.

Berbagai kanker langka saat ini tampaknya juga telah terdeteksi bukan hanya ada di Jepang saja tetapi juga di berbagai negara yang ada di Asia, tambahnya.

“Oleh karena itu dibutuhkan kebersamaan dan kerjasama erat antar negara Asia dari kita untuk kita semua agar dapat mengembangan pengobatan yang lebih baik lagi di masa depan mengantisipasi berbagai kanker yang ada di Asia.” (Uli)