Punya Isteri Jepang Belum Tentu Dikabulkan Dapat Tinggal Di Jepang

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Jumat, 2 April 2021
loading...

Indolibear.com, Jakarta – Seorang warga Turki dari suku Kurdi, Deniz Yengin (41) menikahi wanita Jepang tahun 2011, ternyata tidak bisa berdomisili di Jepang meskipun telah diajukan berkali-kali bahkan visanya habis, jadi overstay dan ditahan pihak imigrasi Jepang hingga kini.

Kelompok Kerja tentang Penahanan Sewenang-wenang  Dewan Hak Asasi Manusia yang memaparkan kehidupan Deniz menganggap penahanan Deniz melanggar hak asasi manusia dan meminta untuk membebaskannya.

“Kelompok Kerja meminta sumber dan Pemerintah Jepang untuk menyediakan hal tersebut di atas informasi dalam waktu enam bulan sejak tanggal transmisi pendapat ini. Namun, Kelompok Kerja berhak untuk mengambil tindakannya sendiri sebagai tindak lanjut dari opini jika masalah baru terkait kasus ini dibawa ke perhatian akan memungkinkan Kelompok Kerja untuk menginformasikan Dewan Hak Asasi Manusia tentang kemajuan yang dicapai melaksanakan rekomendasinya, serta kegagalan untuk mengambil tindakan,” tulis kelompok kerja tersebut 25 September 2020 melalui suratnya bernomor A/HRC/WGAD/2020/58, dilansir dari Tribunnews.com (01/04/2021).

Kelompok Kerja juga mengingatkan bahwa Dewan Hak Asasi Manusia telah mendorong semua Serikat untuk bekerja sama dengan Kelompok Kerja dan telah meminta mereka untuk memperhitungkannya pandangan dan, jika perlu, mengambil langkah yang tepat untuk memperbaiki situasi orang kebebasan mereka dirampas secara efisien, dan untuk menginformasikan Kelompok Kerja tentang mengambil langkah-langkah yang mereka miliki.

Menteri Kehakiman Yoko Kamikawa hari ini membantah hal tersebut. Penahanan tidak bertentangan dengan hak asasi manusia dan hanya kesalahpahaman saja.

“Untuk memperbaiki kesalahpahaman dan evaluasi yang tidak adil terhadap sistem kendali imigrasi Jepang, saya memberikan fakta rinci dan posisi Jepang. Kami akan mengupayakan penjelasan yang positif dan mudah dipahami. Itu kesalahpahaman faktual dan tidak bertentangan dengan hak asasi manusia,” papar kamikawa. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: