Pukulan Bedug Airin Meriahkan Malam MTQ Tangsel ke-6

FOTO: indolinear.com
Selasa, 27 Oktober 2015
loading...

Indolinear, Tangsel – Pada malam pembukaan MTQ ke 6 Kota Tangsel di Taman Kota II, Kecamatan Setu (26/10/2015) Walikota Airin beserta pejabat daerah lainnya secara simbolis memukul bedug sebagai tanda resmi dibukanya kegiatan MTQ ke-VI Tingkat Kota Tangerang Selatan.

Dalam sambutan resmi, Walikota menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah ikut menyukseskan kegiatan ini.

“Jika ditelusuri dari sisi makna, program MTQ yang sedang kita lakukan ini merupakan suatu kegiatan mulia. MTQ memiliki peran untuk mendekatkan masyarakat ke Al-Quran. Mendekatkan dalam arti lebih memahami tentang isi dan kandungan dalam kitab suci Al-Quran,” jelas Walikota Airin.

Selain itu juga untuk mendorong masyarakat agar mau memahami lewat prilaku kehidupan umat sehari-harinya. Oleh karena itu, lanjut Walikota Airin, MTQ bukanlah suatu kegiatan seremonial belaka. Bukan sebagai ajang untuk mencari yang terbaik dalam kategori-kategori yang diperlombakan.

“Melainkan kegiatan yang punya kandungan nilai dakwah, inilah menjadi alasan mengapa kegiatan MTQ harus dilaksanakan sejak Kota Tangerang Selatan berdiri. Dan insya Allah akan terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun, oleh pemerintah dan masyarakat di Kota Tangerang Selatan,” lanjutnya.

Sementara Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Tangerang Selatan, Dimyati Sajari mengatakan, dari masing-masing kecamatan telah mengirimkan 60 khafilah. Jadi total peserta MTQ ke-VI ini ada 420 khafilah.

“Mereka akan mengikuti 10 mata lomba dengan 26 golongan,” kata Dimyati.

Dijelaskannya, dari kategori 10 jenis yang dilombakan dan tersebar di 12 titik arena lomba. Kategori lomba antara lain tilawah, hifzil qur’an, murotal, syarhil qur’an, fahmil qur’an dan lainnya. “Yang membedakan, tahun ini ada lomba menghafal hadis. Selain itu, ada juga lomba bagi PNS kecamatan,” jelasnya.

Dimyati menambahkan, untuk mengawal MTQ ke-VI ini sedikitnya ada 115 hakim yang sudah dilantik dan diambil sumpahnya bertugas sebagai Dewan Juri. Sehingga tentu saja harapannya akan menghasilkan juara yang kompetitif untuk dikirim ke Provinsi Banten.

“MTQ jangan dijadikan seremonial dan rutinitas belaka. Namun harus berimbas pada perilaku kehidupan dengan cara menjalankan syariat agama dengan baik dan benar,” tambahnya.

Di lokasi yang sama, pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Muhamad menyatakan, kegiatan MTQ ke-VI digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-7 pascaotonomi daerah bergulir. Kini sudah dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat pelajar hingga tujuh kecamatan.

“Peserta merupakan hasil pembinaan dari tingkat kecamatan. Dengan demikian ini menjadi upaya peningkatan membina dan mencari bibit-bibit unggul, melalui majelis taqlim dan tilawah. Harapannya gelar juara umum MTQ Tingkat Provinsi Banten dapat dipertahankan,” urainya.

Muhamad pun mengingatkan, kegiatan MTQ ke-VI bertepatan dengan tahun politik. Yakni, menjelang digelarnya pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 9 Desember 2015 mendatang. Ia berharap, sepanjang kegiatan kali berlangsung tak terkontaminasi oleh suhu politik yang semakin meningkat.

Puncak acara pembukaan MTQ ke-VI Tingkat Kota Tangerang Selatan dihibur oleh Snada, grup vocal religi nasyid terkenal. Kelompok nasyid yang populer dengan tembang nasyid berjudul

“Jagalah Hati ini menghibur ribuan orang hadirin dalam acara yang dipusatkan di Taman Kota 2, Kecamatan Setu. (sophie)