Puan Maharani Tekankan Peran Parlemen Dalam Perdagangan Inklusif

FOTO: rmco.id/indolinear.com
Jumat, 8 November 2019

Indolinear.com, Jakarta – Ketua DPR Puan Maharani memimpin delegasi Indonesia, dalam G20 Parliamentary Speaker’s Summit atau Pertemuan Ketua-ketua Parlemen Negara G20, yang dihelat Inter-Parliamentary Union (IPU) untuk ke-6 kalinya di Tokyo, Jepang.

Pertemuan yang merupakan kerja sama IPU dan Parlemen Jepang ini dilaksanakan di tengah perlambatan ekonomi dunia akibat perang dagang.

“Parlemen dapat berperan dalam meningkatkan perdagangan inklusif. Terutama, dalam hal akses dan partisipasi UMKM dalam global value chain. Serta peningkatan peran wirausaha perempuan dalam perdagangan,” kata Puan dalam keterangan resminya di Jakarta, dilansir dari Rmco.id (07/11/2019).

IPU merupakan organisasi yang menghimpun parlemen-parlemen negara sedunia, untuk melakukan dialog atas isu-isu terkini, yang menjadi tantangan bersama.

Pertemuan yang dihadiri 18 negara dan dua Organisasi Internasional (Parlemen Uni Eropa dan IPU) itu mencari kesepahaman, dalam menyikapi pelemahan sistem perdagangan multilateral.

Tiga isu yang menjadi fokus bahasan tahun ini adalah sistem perdagangan yang berkeadilan, inovasi teknologi yang berpusat pada manusia, dan tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB/SDGs).

“Perdagangan antar negara selayaknya harus selalu berpegang pada kepentingan rakyat, dan bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” tutur Puan.

Menurutnya, kesepakatan–kesepakatan yang dihasilkan dalam pertemuan parlemn negara G20 harus sejalan dengan kesepakatan di level eksekutif.

Dalam sidang itu, Puan yang didampingi Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel dan Anggota DPR RI Dolfie OFP, didapuk menjadi Keynote Speaker di Sesi 3.

Ia menyampaikan berbagai upaya nasional untuk akselerasi capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Terutama, dukungan bagi sarana implementasi yang efektif dari sisi pendanaan.

Sejauh ini, Indonesia telah melakukan berbagai upaya inovasi pembiayaan pembangunan. TPB merupakan agenda yang membutuhkan komitmen multistakeholders yang kuat. Komitmen tersebut harus diikuti dengan upaya membangun tata kelola dunia yang dapat meningkatkan kapasitas politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang seimbang. Sehingga, setiap negara memiliki derajat kemajuan yang setara.

Sesi berikutnya, sidang membahas soal inovasi dan pemanfaatan teknologi. Salah satu poin yang mendapatkan perhatian delegasi adalah pemanfaatan teknologi, yang selayaknya dibarengi dengan pengembangan SDM.

Di sela sidang, Puan melakukan pertemuan bilateral dengan Ketua Parlemen Australia (Majelis Tinggi dan Majelis Rendah) dan Ketua Parlemen Korea Selatan. (Uli)

INDOLINEAR.TV