Program Sekoper Cinta dan Ngabaso Masuk Indikator P2WKSS

FOTO: kotabogor.go.id/indolinear.com
Rabu, 6 Maret 2019
Bogor | Uploader puspita

Indolinear.com, Bogor – Tujuan dari Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) adalah untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan, sehingga para perempuan baik dalam segi kesehatan, pendidikan hingga daya beli bisa meningkat.

Hal tersebut diungkapkan Ketua tim verifikasi awal P2WKSS Provinsi Jawa Barat, Haryani saat melakukan verifikasi di lokasi P2WKSS Kampung Sawah, RW 07, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Selasa (05/03/2019).

Dia menyebutkan, program ini diluncurkan dalam rangka untuk meningkatkan kesetaraan gender. Kesetaraan gender ini merupakan satu program nasional dan merupakan indikator kerja Gubernur Jawa Barat dalam indikator pemberdayaan dan pengembangan gender.

Menurutnya, penentuan lokasi ini diharapkan sudah tersosialisasikan kepada seluruh OPD terkait. Sehingga program-program yang akan diluncurkan dinas-dinas terkait dapat terintegrasi di lokasi P2WKSS.

Haryani menjelaskan, program P2WKSS tahun ini lain dari biasanya. Untuk tahun ini ada indikator tambahan, yaitu program Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita (Sekoper Cinta) yang diluncurkan Gubernur Jawa Barat pada bulan Desember 2018. Program ini merupakan unggulan Gubernur Jawa Barat dalam rangka menjadikan perempuan-perempuan juara.

Program Sekoper Cinta harus terintegrasi di dalam kegiatan program P2WKSS karena program Sekoper Cinta ini merupakan inisiasi dari program Sekolah Ibu Kota Bogor. “Walaupun di Kota Bogor sudah ada Sekolah Ibu, kami harap di dalam program P2WKSS ini program Sekoper Cinta harus dilaksanakan di Kelurahan Tanah Baru,” katanya dilansir dari kotabogor.go.id.

Ia menambahkan, selain Sekoper Cinta, di dalam program P2WKSS ini harus terintegrasi dengan program “Ngabaso” atau “Ngabring Ka Sakola”. Tujuan dari program Ngabaso ini tidak hanya “ngabring” begitu saja, tetapi harapannya ialah anak-anak bisa begitu “enjoy” bercengkrama dengan sesama teman-temannya.

Diharapkan program “Ngabaso” ini dapat melunturkan rasa individualis anak-anak yang disebabkan oleh gadget. Untuk 8 bulan kedepan, khususnya disini program Ngabaso harus terintegrasi. “Kami harap semua instansi terkait dapat mendukung program-program ini,” harapnya.(pit)