Profil Komjen Petrus Golose Eks Anggota Tim Tito dan Idham Azis

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 24 Januari 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Petrus Golose resmi naik pangkat dari Irjen menjadi Komisaris Jenderal atau Komjen.

Komjen Pol Petrus Golose merupakan satu dari belasan perwira tinggi Polri yang mendapat kenaikan pangkat dari Kapolri Jenderal Pol Idham Azis pada Selasa (5/1/2021).

Kapolri memimpin  upacara Korps Rapor kenaikan pangkat dari Jenderal bintang dua menjadi Jenderal bintang tiga yang berlangsung di Rupattama Mabes Polri, Jakarta.

Adapun sebelumnya, Petrus Golose telah dilantik Presiden RI Joko Widodo menjadi Kepala BNN RI menggantikan Komjen Pol Drs. Heru Winarko, pada 23 Desember tahun lalu.

Lalu siapakah sosok profil Petrus Golose dan bagaima sepak terjangnya?

Pria bernam lengkap Petrus Reinhard Golose ini adalah perwira tinggi Polri ini resmi melepas tugasnya sebagai Kapolda Bali.

Dari jabatan yang diemban selama sekitar empat tahun, kini Petrus Golose berdinas di luar Polri alias akan mengabdi bersama BNN.

Berikut ini rangkuman mengenai profil Petrus Golose atau Komjen Irjen Petrus Reinhard Golose dan sepak terjangnya:

Tim Tito dan Idham Azis

Dikutip dari Tribunnews.com (22/01/2021),  Golose adalah pria kelahiran Manado 27 November 1965.

Irjen. Pol. Dr. Drs. Petrus Reinhard Golose, M.M. menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian (AKPOL) tahun 1988.

Ia menyelesaikan pendidikan S1 di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian tahun 1998.

Kemudian ia menamatkan Program Magister Manajemen tahun 2002.

Irjen Pol Petrus Golose lulusan Akpol 1988 ini berpengalaman dalam bidang reserse.

Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini di Bareskrim adalah Wakil Direktur II/Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal Polri.

Sebelumnya sejak tahun 2015, ia mengemban amanat sebagai Deputi Bidang Kerja Sama Internasional Badan Nasional Penanggulangan Terorisme setelah sebelumnya sejak Oktober 2010 mengemban amanat sebagai Direktur Penindakan BNPT.

Petrus Golose termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa saat tergabung dalam tim Bareskrim, yang melumpuhkan teroris Dr Azahari dan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur, 9 November 2005.

Ia mendapat penghargaan dari Kapolri saat itu, Jenderal Sutanto bersama dengan para kompatriotnya, mantan Kapolri, Tito Karnavian lalu Kapolri Idham Azis, serta Rycko Amelza Dahniel, dkk.

Ia juga  meluncurkan sebuah buku ini juga turut serta sebagai Peace Keeping Force (UN CIVPOL) di Kamboja-UNTAC (1993) dan Bosnia (2000-2001).

Petrus Golose aktif berpartisipasi sebagai peserta dan pembicara di dalam seminar, kursus, dan workshop yang berkaitan dengan money laundering, cybercrime, pemberantasan narkoba dan teroris di dalam dan luar negeri.

Selain itu, ia juga terlibat dalam penyidikan internasional di Singapura, Malaysia, AS, Jepang, Timor Timur, New Zealand, Amerika Selatan, Kamboja, Thailand dan Philipina.

Petrus aktif terlibat dalam Panitia Kerja dan Panitia Khusus sebagai wakil dari Pemerintah RI dalam merumuskan RUU Informasi dan Transaksi Elektronik yang telah diundangkan menjadi UU No. 11 Tahun 2008 pada tanggal 21 April 2008.

Sejak tahun 2006, Petrus pernah menjabat sebagai Kepala Unit V IT & Cybercrime Bareskrim Polri.

Selama kariernya, ia telah menangani dua kasus hacking di Indonesia yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap yaitu hacking website KPU dan hacking website Partai Golkar.

Ia juga telah menulis buku berjudul “Seputar Kejahatan Hacking: Teori dan Studi Kasus” pada tahun 2008.

Petrus Reinhard Golose juga peraih gelar Doktor Kajian Ilmu Kepolisian, setelah berhasil mempertahankan Disertasinya yang berjudul “Manajemen Penyidikan Tindak Pidana Hacking.

Studi Kasus: Penyidikan Tindak Pidana Hacking website Partai Golkar Oleh Unit V IT & Cybercrime Bareskrim Polri” pada Sabtu, 7 Juni 2008.

Narkoba, Preman No Way!!

Masih dari Tribun Bali, sebelum menjabat dan dilantik sebagai Kapolda Bali pada 12 Desember 2016, Irjen Pol Petrus Golose melakukan observasi terlebih dahulu.

Observasi yang dilakukan menjelang pelantikan sebagai Kapolda Bali, boleh dikatakan langkah ini sebagai sebuah inovasi dan terobosan (breakthrough).

Hasil observasi itulah yang kemudian menjadi commander wish Irjen Pol, Dr. Petrus Reinhard Golose dalam menjalankan tugasnya sebagai Kapolda Bali.

Langkah inovatif dengan melakukan observasi sosial itu merupakan langkah awal yang kemudian ditindaklanjuti dengan berbagai kebijakaan.

Kebijakan yang paling populer adalah slogannya yang dipasang di tempat-tempat strategis dengan kata-kata menarik : narkoba, Preman No Way!!

Sebagai langkah konkret dari pesan tersebut, muncullah gebrakannya yaitu menangkap tokoh-tokoh yang dipandang preman tanpa pandang bulu, menutup tempat hiburan malam yang dipandang membahayakan dari peredaran narkoba serta membongkar sarang preman.

Bukan hanya membuat kebijakan namun eksekusi dari kebijakan tersebut adalah sebuah gebrakan langsung dirasakan oleh masyarakat.

Ia kemudian mematangkan konsepnya dalam melakukan berbagai kebijakan. Ada delapan Style of leadership yang kemudian dipraktikkan di Kepolisian Daerah Baii.

Di antaranya pertama berani tempur (selon),  kedua fun, enjoy, berani beda dan kreatif, ketiga care, keempat down to the earth, kelima nothing impossible, risk taker, keenam terima kasih, jual-beli, ketujuh update, eksis, jump out of the box, work smarter not harder dan kedelapan responsible.

Delapan prinsip ini kemudian yang melatari sikap dan tindakan Kapolda Baii daiam membuat pilihan kebijakannya.

Tidak mudah untuk mengemban tanggung jawab seperti itu akan tetapi berakar dari keinginan kuat untuk mencapai visi melindungi masyarakat indonesia khususnya Bali, maka hal tersebut harus dilakukan.

3 Prestasi 4 Tahun Jadi Kapolda Bali

Irjen Pol Petrus Reinhard Golose sudah melepas jabatan sebagai Kapolda Bali dalam acara serah terima jabatan (sertijab) di Mabes Polri Jakarta, Jumat (20/11/2020).

Golose digantikan Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra.

Kiprah pengabdian Petrus Golose selama empat tahun menjabat Kapolda Bali patut diacungi jempol dan diteruskan pejabat yang baru.

Guru Besar Hukum Pidana dan Kriminologi Fakultas Hukum Universitas Udayana (Unud), Prof Rai Setiabudhi menilai Irjen Pol Petrus Golose telah menorehkan sejumlah catatan luar biasa selama bertugas di Bali sejak 2016.

“Saya sangat mengamati beliau, karena kita ada kerja sama Polda Bali dan Universitas Udayana meneliti kinerja Irjen Pol Golose. Hasilnya memang luar biasa selama empat tahun menjabat Kapolda di Bali,” kata Prof Rai kepada Tribun Bali, Sabtu (21/11/2020).

Menurutnya, secara umum sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kepolisian menjaga kemanan, penegakan hukum dan memberi perlindungan serta pengayoman kepada masyarakat dijalankan Petrus Golose sangat baik.

“Penelitian kita lakukan dengan metode yang mendekati kebenaran, hasilnya secara umum tugas-tugas itu sudah sangat baik dilakukan,” jelasnya.

Prof Rai mencatat tiga kelebihan Golose selama menjabat sebagai Kapolda. Pertama, memiliki komitmen yang kuat terhadap pemberantasan narkotika di Bali.

“Bali daerah wisata, tapi juga narkobanya luar biasa. Beliau tegas, saya ingat waktu kasus Akasaka beliau tegas sekali memproses dan menutup semua. Bukti yang lain banyak,” ujarnya.

Prof Rai mengatakan, Petrus Golose pun memiliki komitmen tinggi dalam pemberantasan terorisme.

“Beliau pernah menjadi bagian Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) jadi sangat menguasai. Mudah mudahan ke depan Bali aman. Karena bagaimanapun dari hasil deteksi, Bali menjadi incaran teroris, syukur bisa dideteksi lebih awal, ” paparnya.

Disamping itu, Golose cakap memberantas premanisme di Bali.

Hal-hal inilah, kata Prof Rai, yang harus dipertahankan dan diteruskan Kapolda Bali yang baru.

“Bali sebagai daerah pariwisata harus bebas premanisme supaya orang-orang tidak khawatir di Bali,” ujarnya.

Kelebihan Irjen Pol Golose lainnya, menurut kriminolog Unud ini adalah gaya komunikasi yang elegan. Baik secara internal maupun dengan pihak luar.

“Beliau sosok yang elegan, komunikatif, banyak ide, inovasinya sangat dirasakan, bukan ide saja tapi dikerjakan, diimplementasikan,” ucapnya.

Kelebihan ketiga jenderal bintang dua itu adalah dalam aspek pembangunan fisik. Petrus Golose getol membangun Markas Kepolisian Daerah Bali namun tidak meninggalkan kekhasan gaya arsitektur Bali.

“Gedung utama Polda Bali sudah lama tidak direnovasi, kemudian beliau renov besar –besaran. Inilah tiga catatan saya, beliau sangat concern terhadap komitmen dan kelebihannya tadi,” demikian Prof Rai. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: