Produsen Mobil AS Menjajaki Jasa Transportasi Taksi Udara

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Jumat, 18 September 2020
loading...

Indolinear.com, AS – General Motors  menjajaki kemungkinan pasar taksi udara, kendaraan yang dikenal dalam bahasa sehari-hari sebagai mobil terbang.

Langkah produsen mobil AS ini sebagai bagian dari dorongan untuk  mencari  pertumbuhan  di pasar transportasi umum.

Chief Executive Mary Barra pada Senin (14/9/2020) secara singkat membuat referensi pertamanya tentang minat GM yang berbasis di Detroit di pasar taksi udara.

Ini sesuai dengan pengembangan kendaraan listrik (EV) dan baterai listrik canggih Ultium.

“Kami sangat percaya pada masa depan EV dan tidak hanya untuk kendaraan,” katanya pada konferensi RBC.

“Kekuatan dan fleksibilitas sistem baterai Ultium kami membuka pintu untuk banyak kegunaan,” tambahnya, termasuk mobilitas udara.

Juru bicara GM Stuart Fowle menolak menjelaskan lebih lanjut.

“Ini adalah area yang sangat kami sukai dan lihat.”

Investor korporat dan swasta telah menggelontorkan setidaknya 2,3 miliar dolar AS ke lebih 100 startup kendaraan udara, dilansir dari Tribunnews.com (17/09/2020).

Termasuk drone dan taksi udara listrik, tetapi teknologinya masih menghadapi hambatan signifikan untuk komersialisasi dan profitabilitas, menurut situs investor PitchBook.

GM sedang mempertimbangkan semua opsi, apakah akan membangun, memasok atau bermitra sebelum memutuskan bergabung dengan sejumlah pembuat mobil tahun depan.

Seperti Hyundai Motor Co, Toyota Motor Corp, Daimler AG, Volkswagen AG dan Geely Automobile di pasar yang masih berkembang, kata sumber tersebut.

Studi GM tentang pasar mobilitas udara adalah bagian dari dorongan kelompok inovasi GM untuk mengeksplorasi pasar transportasi lain untuk pertumbuhan, kata salah satu sumber.

Grup ini dipimpin oleh Alan Wexler, yang melapor ke Barra dan dipekerjakan pada Juli 2020 di posisi yang baru dibuat sebagai Wakil Presiden Senior Bidang Inovasi dan Pertumbuhan GM.(Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: