Priscilla Menjagokan Stamp Fairtex Menangi Grand Prix ONE

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Jumat, 29 Oktober 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Atlet seni bela diri campuran (mixed martials arts/MMA) wanita kelas Atomweight ONE Championship dari Indonesia, Priscilla Hertati Lumban Gaol, menjagokan Stamp Fairtex (Thailand) pada ONE Women’s Atomweight World Grand Prix yang memasuki fase semifinal.

Priscilla Hertati memprediksi Stamp Fairtex akan merebut kemenangan sekaligus menjadi calon yang bakal mengalahkan dan merebut mahkota Juara Dunia ONE Women’s Atomweight dari juara bertahan Angela Lee.

“Saya dapat melihat Stamp Fairtex sedang berusaha untuk merebut kembali sabuk juaranya yang sempat hilang. Dia menginginkannya kembali dan mengoleksi semua sabuk,” kata Priscilla pada wawancara dengan ONE Championship, dalam siaran pers yang diterima, dilansir dari Kompas.com (28/10/2021).

“Dia memiliki kesempatan bagus untuk merebut takhta juara dunia tersebut dari Angela Lee. Stamp sedang aktif-aktifnya berlatih dan berlaga,” katanya.

“Pada saat bersamaan, Angela Lee membutuhkan waktu untuk kembali pada kondisi idealnya setelah melahirkan. Sangat menarik untuk disaksikan karena Angela sendiri juga sudah memulai latihan di gym,” tuturnya.

ONE Women’s Atomweight World Grand Prix mempertandingkan delapan petarung terbaik MMA dari seluruh dunia dalam kompetisi sistem gugur untuk kesempatan merebut sabuk juara dunia.

Stamp berhasil mengalahkan Alyona Rassohyna pada ronde pertama dalam laga yang bertajuk ONE: EMPOWER September lalu.

Dia direncanakan akan menghadapi petarung striker dari Brasil, Julie Mezabarba, dalam semifinal di ONE: NEXTGEN pada tanggal 29 Oktober yang akan disiarkan secara langsung dari Singapore Indoor Stadium.

Walaupun di atas kertas pertarungan diprediksi akan berlangsung secara grappling (di bawah), Priscilla melihat petarung asal Thailand tersebut juga memiliki keahlian dalam striking (pukulan) dan memiliki mental juara dunia.

“Memang saya melihat pertarungan antara Julie melawan Mei Yamaguchi dilaga sebelumnya, sangat luar biasa, tetapi menurut saya itu saja belum cukup untuk mengalahkan Stamp. Stamp juga memiliki keahlian bela diri Muay Thai semenjak masih kanak-kanak,” kata Priscilla.

“Saya tahu dalam seni bela diri apa saja mungkin terjadi dan bisa sangat menyedihkan hasilnya, tetapi menurut saya Stamp akan memenangi laga ini,” ucapnya.

Sementara itu, pertarungan lainnya adalah antara atlet dari India, Ritu Phogat, melawan atlet tangguh Filipina dari tim Lakay, Jenelyn Olsim.

Ritu Phogat telah menunjukkan kemajuan pesat semenjak menggeluti MMA dari tahun 2019, menang enam kali dari tujuh pertadingan awalnya secara profesional. Ini terbukti dari keahliannya dalam striking.

Priscilla juga memprediksi Ritu Phogat akan berhasil mengatasi lawan berikutnya untuk memastikan tiket menuju finalnya di Grand Prix.

“Ritu adalah petarung gulat nomor 1 dalam divisinya. Dia memiliki hati yang besar dan kekuatan mental yang tidak diragukan,” kata Priscilla.

“Satu hal yang membedakan antara Ritu dan Jenelyn adalah kemampuan Ritu dalam menjatuhkan (takedown) lawan. Menurut saya, ini bukan hal yang baik dari Jenelyn. Jenelyn perlu mematangkan keahlian menjatuhkan juga untuk menahan serangan gulat dari Ritu karena Ritu sangat cepat dalam kondisi di bawah,” ujarnya.

Walaupun saat sekarang Priscilla tengah sibuk mengurus anak pertamanya yang baru saja lahir dan menyaksikan langsung laga pertarungan ONE Women’s Atomweight World Grand Prix, bukan berarti dia tidak melakukan apa-apa.

Petarung berumur 33 tahun dari Jakarta ini juga sedang mempersiapkan mental dan fisiknya untuk kembali ke dalam gelanggang (Circle).

“Sekarang saya bertarung bukan hanya untuk diri saya sendiri. Saya bertarung untuk anak perempuan dan keluarga saya,” tutur Priscilla. (Uli)

loading...