Pria Lulusan SD Di Klaten Ini Ciptakan Puluhan Mesin UKM

FOTO: detik.com/indolinear.com
Jumat, 27 Mei 2022

Indolinear.com, Klaten – Pria asal Klaten, Sutarto (50) mampu menciptakan berbagai peralatan untuk para pengusaha kecil dan menengah (UKM). Sedikitnya ada 50 jenis peralatan atau mesin UKM ciptaan pria tamatan SD tersebut yang tersebar di penjuru tanah air.

“Jenis mesinnya banyak, tapi kalau 50-an jenis ada, yang sudah kita rakit atau mungkin lebih. Jadi peralatan ini mayoritas semi, tidak total (semua) otomatis,” ujar Sutarto di bengkel HNS Putra Bersaudara miliknya, dilansir dari Detik.com (25/05/2022).

Warga Desa Klepu, Kecamatan Ceper, Klaten ini menyebut bengkelnya khusus melayani produksi dan rekayasa peralatan atau mesin UKM. Dia menyebut bengkel miliknya bertujuan untuk membantu memudahkan produksi para UKM yang rata-rata masih dikerjakan secara manual.

“Basic-nya di permesinan UKM, yang mana punya tujuan untuk mengangkat UKM. Dari yang manual kita bikin semi-otomatis, semi mesin untuk memberikan nilai tambah pada UKM,” ungkap Sutarto.

Sutarto menyebut jenis mesin yang dia buat tergantung pesanan dan kondisi di lapangan. Bila jaraknya jauh di dekat gunung dan sulit listrik, pihaknya bisa membuatkan dengan mesin dengan daya diesel.

“Peralatannya macam-macam, tinggal menyesuaikan keinginan pelanggan dan kondisi lapangan. Kalau tidak ada listrik kita kasih diesel, misalnya jauh di gunung,” sebut Sutarto.

Sutarto menyebut ada banyak mesin yang dia produksi, mulai dari pemotong bawang, pembuat batako, pemecah batu, pengepak briket, hingga mixer beton. Mesin yang dia rakit pun bisa dibuat mobile supaya bisa dipindahkan dengan mudah.

“Terakhir kita kerjakan mixer pencampur beton. Pengaduk beton cor itu sifatnya mobile yang bisa dibawa ke mana-mana sehingga di medan gunung atau pulau yang tidak mungkin dijangkau mobil mixer pabrik bisa dijangkau,” lanjut Sutarto.

Dia menerangkan mixer beton buatannya itu dibuat menggunakan mobil bekas yang diambil onderdilnya. Di tangan kreatifnya mobil bekas itu pun berubah fungsi menjadi mixer.

“Bahannya mobil bekas yang kita otak-atik lalu kita produksi. Sebelum dikirim dilakukan uji coba atau trial dulu untuk melihat kemampuannya,” jelas Sutarto.

Sutarto enggan mengungkap harga jual mesin buatannya. Dia berdalih tiap mesin menggunakan bahan yang berbeda.

“Yang penting tidak rugi, untung sedikit tidak masalah. Untuk mixer itu akan dikirim ke Medan, Kalimantan dan Jawa Barat,” imbuh Sutarto.

Belajar mesin otodidak dari bapak

Sutarto mengaku keahliannya merekayasa menciptakan mesin peralatan UKM tidak dia peroleh dari bangku sekolah. Sebab, dirinya hanya lulusan SD.

“Saya lulusan SD, SMA ndak pernah dan SMP juga tidak pernah. Ini ilmu keturunan dari bapak, ilmu itu yang penting senang pasti bisa kita lakukan,” jelas bapak tiga anak dan satu anak angkat ini.

Sutarto menyampaikan keahliannya didapat otodidak dari ayahnya yang juga memiliki bengkel rekayasa. Terbiasa membantu sang ayah membuatnya menjadi memahami seluk beluk mesin.

“Dari kecil ekonomi sulit, waktu itu ditinggal ibu meninggal. Bapak kerja bengkel di rumah karena setelah kecelakaan kerja tangan hanya satu, di sini dan sekitarnya banyak bengkel mesin tapi kita fokus pada UKM,” tutur pria yang karib disapa Sokle ini.

Salah seorang tetangga Sutarto, Parwito membenarkan bapak empat anak itu hanya lulusan SD. Parwito mentyebut sejak kecil Sutarto sudah belajar merekayasa dari ayahnya yang bekerja di bidang cor baja dan perbengkelan.

“Itu sejak lulus SD, bapaknya kan di pengecoran logam dan perakitan alat. Jadi belajar otodidak, kiriman produknya sampai Kalimantan, NTB, Sumatera dan lainnya,” kata Parwito (Uli)

loading...