Pria Kena Denda Rp3 Juta Karena Menjepret Karet Gelang ke Jalan

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Senin, 10 Juni 2019

Indolinear.com, Singapura – Bermain karet gelang sudah menjadi hal yang biasa di Indonesia. Kamu bisa iseng jepret teman dengan karet gelang atau bermain berbagai permainan lain dengan itu.

Namun hal tersebut bisa saja berbeda cerita jika berada di Singapura.

Bisa-bisa kamu akan mendapat hukuman jika ceroboh melakukannya.

Singapura dikenal sebagai negara yang sangat memperhatikan kebersihan lingkungan.

Bahkan mereka memiliki hukuman bagi mereka yang membuang sampah sembarangan.

Baru-baru ini, kisah seorang pria di Singapura yang mendapat hukuman karena membuang sampah sembarangan menjadi viral.

Pria ini diharuskan membayar denda senilai lebih dari Rp 3 juta setelah ketahuan menjepret dua karet gelang ke jalan.

Dalam sebuah pernyataan seperti yang dilansir dari Tribunnews.com (09/06/2019), Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) mengkonfirmasi bahwa pelanggaran itu dilakukan pada 23 Mei.

“NEA mengetahui gambar-gambar yang beredar online tentang tiket-tiket penegakan yang dikeluarkan untuk meninggalkan kaleng minuman dan melempar karet gelang di tempat umum,” kata pihak NEA.

Petugas penegak NEA mengamati pria itu berjalan menuju kendaraannya dan menjepret dua karet gelang satu demi satu ke jalan.

“Dengan demikian petugas kami memberitahunya tentang pelanggaran sampah sembarangan dan mengeluarkannya tiket untuk penegakan hukum,” tambah pihak NEA.

Pihak NEA kembali mengingatkan masyarakat tentang kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Kami ingin mengingatkan masyarakat bahwa membuang sampah sembarangan memiliki konsekuensi lingkungan, dan menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan adalah hal yang ramah dan bertanggung jawab secara sosial untuk dilakukan,” kata NEA.

Profesor Paulin Tay Straughan, Dekan Mahasiswa dan Profesor Sosiologi (Praktik) di Singapore Management University, mengatakan kepada The Straits Times: “Selama itu disengaja dan dia tidak punya niat untuk mengambilnya, karena dia meninggalkannya di sana, itu adalah Mengotori. Jika dia mengotori, maka itu melanggar hukum,” katan sang profesor.

Mereka yang sudah merasakan hukuman karena membuang sampah sembarangan di Singapura ternyata sangat banyak.

Sekitar 39.000 orang didenda karena membuang sampah sembarangan pada 2018 lalu,

Catatan tersebut 7.000 lebih banyak dari padaangka pelanggaran pada tahun 2017.

Di bawah Undang-undang Kesehatan Masyarakat Lingkungan, denda maksimum untuk pelanggaran sampah sembarangan adalah $ 2.000 (sekitar Rp 21 juta)untuk hukuman pengadilan pertama, $ 4.000 (sekitar Rp 42 juta) untuk hukuman kedua, dan $ 10.000 (sekitar Rp 104 juta) untuk hukuman ketiga dan selanjutnya. Pelanggar pertama kali akan dikeluarkan dengan denda $ 300 (sekitar Rp 3 juta).

Pelanggar berulang yang dituntut di pengadilan dapat dikenai hukuman berupa denda atau perintah kerja korektif, atau bisa keduanya. (Uli)