Pria Ini Menjual Es Doger Beromzet Rp10 Juta Sehari

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Kamis, 5 Mei 2022

Indolinear.com, Jakarta – Kisah inspiratif datang dari seorang pria bernama Maringan Tuah. Dia adalah pemilik kedai es doger yang selalu ramai pengunjung. Rupanya, pria ini menyimpan cerita pilu dibalik kesuksesan usahanya.

Melansir dari Dream.co.id (03/05/2022), Maringan sebetulnya sempat mengenyam bangku kuliah dengan fokus studi di bidang pelayaran. Namun mimpi menyelesaikan kuliah buyar ketika sang ayah meninggal dunia.

Maringan terpaksa merelakan bangku perkuliahan yang sudah hampir selesai itu karena tak ada biaya lagi. Sepeninggal ayah, Maringan juga harus mengambil peran baru sebagai tulang punggung keluarga dengan mencari uang demi menyambung hidup.

” Pilihannya cuma dua, mau lanjut jualan atau lanjut kuliah. Kalau nerusin kuliah, enggak ada yang biayain. Kalau nerusin jualan, bisa buat hidup,” ungkap Maringan.

Karena tidak memiliki pilihan lain, Maringan memutuskan untuk berjualan demi menyambung hidup keluarga. Ia benar-benar merintis usaha es dogernya dari nol.

” Aku dulunya dari nol banget, hanya meja belajar ditumpuk. Saya tata sirup sama wadah-wadahnya itu. Tapi orang usaha apa saja, kamu lihat orang sukses apa saja, tanya pasti dari yang paling pahit dulu,” kenangnya.

Selama seminggu berjualan, Maringan merasa senang karena mendapat untung yang menurutnya banyak pada saat itu.

” Terus seminggu aku jualan untung hari pertama Rp40 ribu. Ada satu mingguan itu sudah Rp150 sampai Rp200 ribu. Nah terus aku berpikir ini bisa untuk jalan hidup,” jelasnya.

Kini, warga Yogyakarta tentu sudah tidak asing dengan Es Doger milik Maringan ini. Bertempat di Jalan Kusbini atau lebih tepatnya depan Balai Yasa, Es Doger ini selalu ramai pengunjung.

Namun, ketika usahanya berjaya, Maringan mengatakan banyak orang yang kemudian mengaku sebagai temannya.

” Ya memang itu sudah umum pada saat kita di bawah, dihina itu sudah umum. Kalau pada saat kita di atas, jangankan teman begini, yang kere-kere itu saja ngaku ‘wah, itu temanku dulu gini, gini, gini’. Yang enggak saudara saja ngaku saudara, saudara jauh di dekat-dekatin dari simbahnya. Kalau enggak cocok simbah dari nenek moyangnya,” paparnya.

Saat ini, kedai es doger milik Maringan mampu menghasilkan cuan sebesar Rp10 juta per hari.

” (Omzet) enggak pasti Mas. Kalau pas adikku enggak jualan bisa Rp10 juta. Adik, bukan saingan itu adik. Adik dulu kan ikut saya, yang modalin juga saya. Gimana-gimana ya saudara, mau sukses mau susah ya tetap ketemunya saudara,” ungkapnya. (Uli)