Pria Ini Mengendarai Setiap Bugatti Baru Sebelum Dikirim Ke Konsumen

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Sabtu, 8 Januari 2022

Indolinear.com, Jakarta – Menjadi seorang test driver kerap kali menjadi impian bagi semua orang. Terlebih, mobil-mobil yang dites tersebut bukan kategori biasa melainkan hypercar yang memiliki tenaga buas dan harga yang selangit.

Seperti Steve Jenny, pria berkebangsaan Prancis yang juga mantan pereli ini menjalani pekerjaan tersebut dalam waktu yang sudah cukup lama. Ia akhirnya dipercaya untuk menjadi test driver Bugatti sebelum mobil tersebut dikirimkan ke konsumen.

Melansir dari Liputan6.com (06/01/2022), tercatat ada sekitar 217 ribu unit Bugatti yang ia kendarai sebelum pemiliknya mengendarai mobil tersebut. Dari total tersebut, model yang ia cicipi adalah Bugatti Veyron, Chiron, dan Divo.

Awalnya, mantan pekerja di Mahle dan BBS yang merupakan industri pendukung otomotif, hanya melihat mobil prototipe Bugatti Veyron yang sedang diuji coba pada area tersebut.

Namun, ia terbesit untuk bisa menjadi seorang test driver dan merasakan hypercar tersebut dan langsung mengirimkan aplikasi lamaran ke perusahaan Bugatti.

Dalam melakoni pengetesan mobil tersebut, biasanya ia melakukannya selama lima jam. Ada beberapa pengetesan yang dilakukan seperti mengemudikan di jalan umum, slalom tes, dan akselerasi di landasan udara yang tertutup untuk memastikan semua berjalan sesuai prosedur.

Ada Beberapa Pengetesan yang Harus Dilakukan

Meski terkesan monoton, namun, Steven Jenny memiliki peran yang begitu penting. Pasalnya, ia harus mengetahui terlebih dahulu mobil tersebut akan dikirim ke negara mana.

Hal ini didasari karena ada regulasi homologasi yang berbeda serta opsi yang dipilih konsumen dan dipasangkan di mobil tersebut.

Setiap kali melakukan test drive, ia melakoninya hingga menempuh jarak 299 kilometer. Namun sebelum melakukan pengetesan tersebut, ada beberapa bagian khusus yang diperiksa sebelum ia menggeber mobil tersebut.

Setelah melakukan pengetesan yang meliputi launch control, airbrake, stability control, dan juga conduct rapid lane change serta harus bisa berhenti saat kecepatan mobil menempuh 199 kpj, mobil tersebut dikembalikan ke mekanik untuk melakukan penggantian oli transmisi dan roda, serta memasang bagian bawah mobil. (Uli)