Pria Ini Gembosi Ban Mobil Wanita Lalu Pura-pura Menolong Demi Berkenalan

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Selasa, 7 Juli 2020
loading...

Indolinear.com, Jepang – Demi berkenalan dengan wanita incarannya, seorang pria di Jepang menggembosi ban mobil wanita yang ia incar dan kemudian berpura-pura menolongnya.

Aksi pahlawan palsu itu terbongkar hingga akhirnya laki-laki itu ditahan polisi.

Dikutip dari Tribunnews.com (06/07/2020), pria itu bernama Yoshito Harada (32).

Ia ditangkap polisi pada Jumat (3/7/2020) di Kota Higashiura, Prefektur Aichi, tengah Jepang.

Menurut berita TV Tokai, setelah berbelanja dari sebuah supermarket, wanita itu terpaksa menepikan mobilnya karena ban mobilnya kempes.

Saat ia tengah mengamati bannya yang kempes, Harada, seorang pekerja kantor berhenti dan kemudian menawarkan diri untuk mengganti ban.

Awalnya, wanita itu menerima tawaran itu dan menghargai kebaikan hati Harada.

Namun, beberapa saat kemudian ia mulai curiga.

Pasalnya, wanita itu mengalami hal yang sama pada bulan Juni tahun lalu di mana seorang pria berusia 30-an kebetulan lewat dan datang lalu membantunya mengganti ban.

Karena merasa curiga dan tidak mengenali lelaki itu, wanita itu akhirnya melapor ke polisi setempat.Ia membawa bukti rekaman CCTV dari tempar parkir supermarket tempat ia berbelanja.

Rekaman CCTV memperlihatkan Harada-lah yang telah merusak ban wanita itu kemudian mengikutinya hingga akhirnya memberi pertolongan.

Hingga Senin, polisi masih menahan Harada.

Kepada polisi, pria itu juga mengaku dialah yang telah merusak ban mobil wanita itu demi bisa berkenalan.

Kasus tersebut kemudian dihubungkan dengan kasus serupa 7 tahun lalu yang juga dilakukan oleh seorang pria dengan nama sama yakni Yoshito Harada dari Miyoshi City, Prefektur Tokushima.

Modus yang dilakukan juga sama yakni menggembosi ban kemudian berpura-pura menolong.

Polisi tidak mengonfirmasi apakah Yoshito Harada adalah orang yang sama dalam dua kasus tersebut.

Polisi menolak berkomentar karena masih dalam penyelidikan.

Dalam kasus yang terjadi pada 2013, seorang pria didakwa melakukan tindak pidana perusakan dan kemudian dijatuhi hukuman 18 bulan penjara.

Pengacara mengatakan, kliennya telah melakukan tipu muslihat yang sama untuk bertemu wanita sebanyak 1.000 kali, laporan Real Live TV saat itu.

Hakim Tsuneshi Kunii mengatakan, “motivasi terdakwa untuk mendekati perempuan dan menjadi teman adalah egois. Ini adalah cara yang buruk untuk mencoba berkenalan.”

Dalam kasus itu, lelaki itu mencapai kesepakatan dengan pihak berwenang untuk membayar kompensasi 30.000 yen (279 dolar AS) kepada para korban yang datang.

Dia juga setuju untuk mengenakan alat pelacak GPS untuk memungkinkan orang tuanya memantau pergerakannya dan membantunya menghindari mengulangi aksinya itu. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: