Presiden Mesir Anwar Sadat Berdamai dengan Israel di Camp David

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Minggu, 18 Oktober 2020
loading...

Indolinear.com, Camp David – Dunia sedang ramai menyorot perdamaian Israel dengan negara-negara Arab: Uni Emirat Arab dan Bahrain. Ini adalah pertama kalinya negara Jazirah Arab menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

Perdamaian tersebut tertuang dalam Perjanjian Abraham yang diresmikan di Gedung Putih. Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan meraih nominasi Nobel Perdamaian karena dianggap ikut berjasa.

Ini bukan pertama kali AS terlibat mendamaikan Israel dengan negara Arab. Jauh-jauh hari sebelum ada Perjanjian Abraham, ada yang namanya Perjanjian Camp David, dilansir dari Liputan6.com (16/10/2020).

Perjanjian tersebut berisi landasan perdamaian antara Mesir dan Israel. Kesepakatan terjadi usai ada negosiasi antara Presiden Mesir Anwar Sadat dan Perdana Menteri Israel Menachem Begin di Camp David.

Berdasarkan catatan situs Kementerian Luar Negeri AS state.gov, Presiden AS Jimmy Carter menjadi penengah antara kedua negara. Presiden Carter sangat instens membantu jalannya negosiasi.

Pertemuan itu juga merupakan inisiatif Presiden Carter dan berlangsung selama 5 September sampai 17 September 1978.

Isu yang dibahas mulai dari pemukiman Israel hingga pangkalan udara di Semenanjung Sinai. Diskusi menjadi berat ketika menyentuh isu Tepi Barat dan Gaza.

Perjanjian Camp David akhirnya disetujui pada 17 September 1978 yang berisi dua kerangka perdamaian di Timur Tengah.

Isi perjanjiannya memang tidak langsung memberi efek damai, tetapi perjanjian ini menjadi landasan perdamaian antara Mesir dan Israel yang diresmikan pada 26 Maret 1979.

Berkat perdamaian tersebut, Anwar Sadat dan Menachem Begin mendapat Nobel Perdamaian 1979.

Pada 2021 mendatang, sejarah akan mencatat apakah Donald Trump bakal meraih Nobel Perdamaian berkat Perjanjian Abraham. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: