Presiden Menyetujui, Gedung Asrama Haji Dipakai Untuk Isolasi WNI Dari Luar Negeri

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Selasa, 12 Mei 2020

Indolinear.com, Jakarta – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Doni Monardo mengatakan bahwa Presiden telah menyetujui penggunaan asrama haji baik itu yang berada di Pondok Gede (Jakarta Timur) dan Bekasi (Jawa Barat) untuk mengisolasi para pendatang dari luar negeri.

“Baik itu pekerja migran Indonesia (TKI),  pelajar, ABK, jemaah tabligh tadi kami sudah laporkan kepada bapak presiden untuk bisa mendapatkan tambahan ruang untuk isolasi sementara. Bapak Presiden tadi telah menyetujui untuk menggunakan Asrama Haji,” kata Doni usai rapat terbatas perkembangan penanganan Covid-19,  dilansir dari Tribunnews.com (11/05/2020).

Doni Monardo menjelaskan, penggunaan gedung Asrama Haji sebagai tempat penampungan atau isolasi pendatang akan memudahkan pengawasan.

Selama ini mereka yang masuk ke Indonesia ditampung terpencar di sejumlah kawasan, sehingga menyulitkan pengawasan.

“Selama ini sejumlah ABK yang kembali dari luar negeri yang bekerja di kapal pesiar disiapkan tempat di sejumlah hotel. Tetapi petugas keamanan, petugas medis mengalami kesulitan untuk mengawasi secara optimal,” katanya.

Para ABK, TKI, pelajar, dan lainnya tersebut akan diisolasi untuk kemudian dilakukan pemeriksaan Covid-19 berbasis PCR (polimerase chain reaction). Mereka yang negatif akan dipulangkan ke daerahnya dan yang positif akan dirujuk ke RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran,  Pulau Galang, dan tempat lainnya.

“Sehingga akurasi bagi pendatang warga negara kita yang dari luar negerie betul-betul bisa kita jamin bahwa mereka sudah dalam keadaan sehat,” ujarnya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT:

Berita Menarik Lainnya