Presiden Jokowi Siap Divaksin Covid-19, IDI: Kami pun Siap

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Selasa, 15 Desember 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan, bersedia menjadi pihak pertama yang menerima suntikan vaksin Covid-19.

Hal itu menepis pemberitaan yang beredar bahwa IDI menolak divaksinasi.

Ditegaskan Ketua Umum IDI Daeng Mohammad Faqih, IDI siap menjadi contoh di masyarakat dalam program vaksinasi yang disiapkan pemerintah.

“Kalau bapak Presiden sudah menyampaikan bahwa bapak Presiden sudah bersiap menjadi bagian yang pertama divaksin, IDI juga mungkin karena dianggap sebagai role model dalam bidang kesehatan, kami juga bersedia menjadi salah satu yang siap pertama dilakukan penyuntikan dengan role model seperti itu. Kami yakin akan memperkuat masyakat dalam program vaksinasi,” tegas Daeng dalam acara konferensi pers virtual via YouTube PB IDI, dilansir dari Tribunnews.com (14/12/2020).

Ia berharap, semua pimpinan dapat melakukan hal serupa, agar masyarakat tak meragukan dan menumbuhkan kepercayaan terkait vaksinasi Covid-19.

“Kami sangat bersyukur kalau semua pemimpin mau segera dilakukan penyuntikan vaksinasi termasuk saya sendiri sebagai ketua IDI menjadi role model untuk pertama kali disuntik vaksin,” katanya.

Daeng mengatakan, vaksinasi menjadi penting dan menjadi harapan besar untuk segera menuntaskan pandemi Covid-19 meski tidak 100 persen.

“Program vaksinasi baik tapi pencegahan juga baik dengan protokol kesehatan 3M. Agar target 100 persen (bebas) Covid-19 dapat kita capai,” ungkap Daeng.

Sambil menunggu vaksin Covid-19 yang sudah diberi izin, selain tetap patuh pada protokol kesehatan 3M, masyarakat diharap juga menjaga kondisi agar tetap bugar.

Alasannya, kriteria penerima vaksin adalah orang yang sehat.

“Untuk antibodi terbentuk baik setelah dilakukan vaksin syaratnya badan kita sehat kemudian nutrisi kita baik,” pesannya.

Dukung Pemerintah

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Mohammad Faqih mengklarifikasi adanya narasi IDI menolak vaksinasi Covid-19 yang sedang disiapkan pemerintah.

Ia menegaskan, pihaknya mendukung program tersebut sebagai langkah pencegahan virus corona.

Hal itu disampaikan Daeng dalam konferensi pers yang disiarkan via virtual, Senin (14/12/2020)

“Kami ingin mengklarifikasi tentang sebuah pemberitaan mengenai IDI menolak untuk vaksin. Saya kira, saya tegaskan bahwa pemberitaan itu kurang tepat dan tidak benar,” ujar Daeng.

Daeng melanjutkan, PB IDI mendukung BPOM sebagai instansi yang memiliki kewenangan mengeluarkan izin penggunaan vaksin maupun obat, apalagi tenaga kesehatan dan medis menjadi prioritas dalam program vaksinasi.

“Karena PB IDI selama ini tetap bersikap mendukung pemerintah. Kami menyerahkan persoalan vaksin ini, nanti mana yang dipilih mana yang diberikan izin kepada otoritas Badan POM,” ucapnya.

Sebagai dukungan, Daeng menyatakan, IDI memiliki tim khusus untuk program vaksinasi, ke depan dalam fase new normal, adaptasi kehidupan baru selain mengampanyekan 3M, IDI juga kampanyekan vaksinasi.

Hal senada juga diungkap Wakil Ketua IDI Slamet Budiarto.

Slamet menuturkan, IDI turut mensukseskan program vaksinasi corona, dengan juga mensosialisasikan pentingnya menerapkan pola hidup sehat.

“PB IDI melalui tim new normal, sudah melakukan sosialisasi ke 8 provinsi soal vaksin dan lain-lain termasuk protokol kesehatan. Jadi kami sudah jalan ke 8 provinsi, dan saya kira dukungan IDI ini adalah semata-mata untuk masyarakat dan NKRI ini agar pandemi Covid-19 ini dikendalikan, kematian tidak ada, agar angka infeksi turun,” ungkap Slamet. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: