Presiden Jokowi Kendarai Motor Custom Blusukan Ke Pasar Anyar

FOTO: aceh.tribunnews.com/indolinear.com
Selasa, 6 November 2018

Indolinear.com, Kota Tangerang – Presiden Jokowi melakukan blusukan ke pasar Anyar, Kota Tangerang, Banten, hari Minggu (4/11/2018).

Presiden Jokowi mengendarai sepeda motor custom berwarna hijau untuk menuju ke pasar tradisional tersebut.

Dilansir dari Aceh.tribunnews.com (05/11/2018), sepeda motor yang ditunggangi Jokowi adalah Kawasaki W175 beraliran tracker.

Minggu pagi pukul 06.15 WIB, Presiden Jokowi bersama rombongannya mulai berangkat sambil mengendarai motornya.

Presiden Jokowi datang menyambangi Pasar Anyar Kota Tangerang bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah, dan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.

Di sepanjang jalan, tak sedikit masyarakat yang antusias menyapa, Presiden pun membalas sapaan mereka dengan melambaikan tangan dan tersenyum.

Dalam potret terlihat Presiden Jokowi sesekali melihat masyarakat yang berdiri di samping jalan.

Tak hanya itu, guna mencapai lokasi, Presiden Jokowi juga tampak melewati beberapa ruas jalan raya.

Presiden Jokowi tampak dengan sigap memerhatikan jalan yang dilaluinya dengan seksama.

Dalam potret terlihat beberapa pengawal selalu mendampinginya.

Setibanya di pasar Anyar, sekira pukul 06.33 WIB, kedatangan Presiden disambut riuh para pedagang dan pembeli.

Dalam potret terlihat, Presiden Jokowi pun langsung melepas sarung tangannya dan meletakkan helm di motornya.

Presiden kemudian berjalan ke dalam pasar untuk mengunjungi para pedagang, antara lain sayuran, buah-buahan, ayam, telur, hingga daging.

Di setiap lapak pedagang yang dikunjungi, Presiden berbincang dengan para pedagang dan bertanya kondisi harga di pasar.

“Yang pertama kita kan ada angka inflasi rendah di bawah 3,5 (persen), saya ingin cek di lapangan. Sama enggak? Setelah cek semua stabil,” kata Presiden selepas peninjauan.

Selama blusukan, Jokowi tampak melakukan pengamatan.

Berdasarkan penuturan pedagang, Presiden Jokowi pun menyebut beberapa komoditas di pasar harganya stabil.

Beberapa bahkan mengalami penurunan, misalnya telur dari Rp30 ribu per kilogram menjadi Rp20 sampai Rp 22 ribu per kilogram.

Harga beras bervariasi antara Rp8 ribu sampai Rp12 ribu, tergantung kualitas. Sementara tempe harganya stabil di Rp5 ribu.

“Beli semuanya. Beli petai, tempe, tahu, ikan. Daging Rp120 ribu. Melinjo, cabai Rp30 ribu, padahal kalau naik bisa Rp80 ribu,” lanjutnya.

Menurut Presiden, fluktuasi harga di pasar adalah hal yang biasa.

Ia pun berharap tidak ada pihak-pihak yang mengatakan hal yang sebaliknya dengan kondisi harga sebenarnya di pasar.

“Nanti pedagang pasar marah, semua harga stabil enggak berubah. Banyak yang turun, satu dua naik, fluktuatif biasa. Daging naik dikit, telur turun, biasa. Jangan teriak di pasar naik, pedagang pasar marah enggak ada yg beli iya ndak? Malah datang ke mal,supermarket. Jadi kalau ke pasar liat fakta yang ada, harga sampaikan apa adanya,” imbuhnya.

Presiden menuturkan, selain harga yang paling penting adalah kondisi pasar yang harus tertata, bersih, tidak becek, tidak bau, dan memiliki tempat parkir.

Dengan demikian, pasar tradisional bisa tetap bersaing dengan supermarket.

Selesai meninjau dan berinteraksi dengan pedagang dan pembeli di Pasar Anyar, sekira pukul 07.30 WIB, Presiden meninggalkan lokasi.

Ia berkendara sepeda motor kembali dan melanjutkan perjalanan ke agenda kerja berikutnya.

Jokowi terlihat kembali mengendarai motornya, menuju Kantor Wali Kota Tangerang untuk melaksanakan senam bersama warga. (Uli)

%d blogger menyukai ini: