Potret Rumah Pahlawan Perobek Bendera Belanda Di Hotel Yamato

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Senin, 20 Juni 2022
Unik | Uploader Yanti Romauli

Indolinear.com, Jakarta – Sebagian kaum millenials di Indonesia mungkin masih ada yang tidak tahu tentang sebuah insiden bersejarah di Kota Pahlawan Surabaya pada zaman perjuangan melawan penjajah.

Insiden tersebut adalah peristiwa perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato oleh arek-arek Suroboyo yang dilakukan dengan cara yang cukup heroik.

Aksi perobekan bendera yang berkibar di Hotel Yamato atau kini Hotel Majapahit pada tanggal 19 September 1945 itu akan selalu dikenang masyarakat Indonesia.

Perobekan bendera Belanda itu dilakukan arek-arek Suroboyo dengan memanjat bangunan hotel. Salah satu pemuda yang turut memanjat gedung hotel itu dikenal dengan panggilan akrab Mbah Besari.

Untuk mengingat perjuangannya, hingga kini rumahnya yang berada di Kampung Lawang Seketeng gang IV, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya tersebut masih ada, dilansir dari Dream.co.id (19/06/2022).

Sayangnya, rumah yang kini menjadi kawasan cagar budaya tersebut tinggal menyisakan temboknya saja. Atap dan beberapa pintu kayunya sudah roboh.

Kondisi rumah yang diperkirakan dibangun pada tahun 1930-an silam itu cukup bikin prihatin netizen. Seolah tidak ada usaha untuk merenovasinya kembali.

Hal itu terlihat dari video penampakan bekas rumah Mbah Besari yang diunggah oleh akun TikTok @kuliner.nglencer pada 30 Januari 2022 lalu.

Dalam video berdurasi 18 detik tersebut tampak rumah Mbah Besari berhimpitan dengan rumah warga lainnya.

Rumah yang halamannya berbatasan langsung dengan jalan gang itu dulunya ditopang oleh dua pilar berukuran besar.

Sayangnya dua pilar rumah yang berdiri kokoh tanpa ada atap di atasnya itu sudah mulai rusak.

Kemudian di belakang dua pilar itu tampak bagian depan rumah dengan desain khas bangunan lama.

Daun pintu dan jendelanya terbilang utuh masih menempel pada dinding rumah. Hanya saja kurang terawat.

Sementara di bagian dalam rumah sudah penuh ditumbuhi semak belukar dan berbagai tanaman merambat.

Beberapa kayu kuda-kuda rumah tersebut ada yang jatuh meski masih banyak juga yang tetap menempel pada tempatnya.

Entah sudah berapa lama rumah pejuang tersebut terbengkalai dan tak terurus hingga bikin netizen terharu.

Tidak sedikit yang menyayangkan bangunan bersejarah itu bisa hancur hanya menyisakan tembok, jendela, dan pilarnya saja.

” Seharusnya rmh itu tetep dirawat sma pihak pemerintah biar kita anak cucu bangsa tau sejarahnya rmh peninggalan tokoh pahlawan indonesia, syng bngt.”

” Cagar budaya tp kpk tdk direkondisikan lg bangunannya oleh pemda?”

” Serius lu….masyallah kenapa pemprov dan cagar budaya tidak menjaga dan melestarikan bangunan tersebut.”

” Kalo sudah jadi cagar budaya… berarti sudah jadi urusan pemda setempat, tapi kok dibiarin saja ya.” (Uli)

loading...