Potret Jeannie Rice, Pemecah Rekor Maraton Di Usia 70 Tahun

FOTO: brilio.net/indolinear.com
Kamis, 22 Agustus 2019

Indolinear.com, Jakarta – Mengikuti lomba maraton bukan perkara mudah. Peserta harus mempersiapkan kondisi dan fisik yang prima serta mental kuat. Bukan sekadar fisik kuat, nenek berusia 70 tahun ini membuktikan bahwa dirinya berhasil memecahkan rekor lari maraton.

Wanita bernama Jeannie Rice berhasil memecahkan rekor maraton di usia 70 tahun. Wanita lanjut usia ini berhasil menaklukkan Baston Marathon dalam waktu 3 jam 27 menit 50 detik. Wanita asal Ohio, Amerika Serikat tiba di garis finis dalam kondisi baik. Jauh dari prakiraan siapapun, mengingat usianya yang tak lagi muda.

Bukan kali ini saja Jeannie Rice berhasil dalam lomba maratonnya. Tercatat sudah ratusan kompetisi diikutinya. Saat di Colombus, Jeannie berhasil meraih garis finis dalam catatan waktu 3 jam 16 detik. Waktu yang fantastis untuk seusianya.

Jeannie Rice tak kenal kata menyerah, baginya tak ada yang mustahil. Pencapaian yang luar biasa ini membuat sebagian orang penasaran dengan sosok Jeannie.

Berikut potret Jeannie Rice yang dilansir dari Brilio.net (20/08/2019).

  1. Cacatan waktu yang diraih Jeannie sungguh luar biasa, yakni 3 jam 27 menit 50 detik. Di usianya yang menginjak 70 tahun, rekor Jeannie bikin takjub.
  2. Tak ada yang menyangka, wanita ini mampu memecahkan rekor maraton.
  3. Prestasi Jeannie Rice cukup membanggakan lho. Dia telah ratusan kali mengikuti kompetisi.
  4. Semangatnya patut dicontoh. Usia tak jadi penghalang seseorang untuk bisa berprestasi lho. Salut deh sama Jeannie Rice.
  5. Kunci kebugaran fisiknya adalah dengan olahraga rutin.
  6. Lari sudah bagian hidupnya. Jeannie Rice berlatih secara tertur sepanjang 5 kilometer dan 10 kilometer dalam setahun.
  7. Jeannie Rice melakukan perjalanan ke Florida selama setengah tahun demi keluar dari udara dingin dan tetap berlari. Justru di usia senjanya, dia melakukan yang terbaik dan menciptakan momen yang sulit digapai wanita seusianya.
  8. Tak ada kata menyerah. Patut dicontoh nih. (Uli)