Polisi Tangkap 10 Orang Karena Sembunyikan Alat Contekan Dalam Sandal

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Jumat, 1 Oktober 2021
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, India – Sebanyak 10 orang ditangkap di India karena berencana menyontek dalam sebuah ujian calon guru yang sangat kompetitif menggunakan perangkat Bluetooth yang disembunyikan di sandal jepit mereka, menurut keterangan kepolisian.

Mencontek telah lama menjadi masalah di India dan, untuk ujian pemerintah pada Minggu yang melibatkan 1,6 juta mahasiswa di negara bagian Rajasthan, polisi memiliki izin untuk menghentikan akses internet seluler selama ujian berlangsung.

Tetapi satu kelompok berencana untuk menyiasatinya dengan perangkat yang tersembunyi di sol sandal jepit mereka. Perangkat ini dapat menerima panggilan biasa yang akan ditransmisikan secara nirkabel ke penerima kecil yang tersembunyi di telinga mereka.

Seorang pejabat kepolisian di Bikaner, Priti Chandra mengatakan, rencana penyontekan dilakukan dengan adanya kaki tangan di luar menghubungi alat tersembunyi itu dan mendiktekan jawaban yang benar untuk ujian tersebut.

Namun sekelompok calon guru ditangkap karena bertingkah mencurigakan di luar ruang ujian pada malam sebelum ujian dan perangkat di alas kaki mereka ditemukan.

“Kami menyadari kemungkinan kecurangan, tetapi kami pikir itu akan menjadi kebocoran kertas pertanyaan atau seseorang akan menggunakan internet, itulah sebabnya itu dibatasi di banyak kota,” kata Chandra.

“Tapi ini adalah modus operandi yang sama sekali baru. (Mereka) menjadi sangat paham teknologi,” lanjutnya, dikutip dari Al Arabiya, dilansir dari Merdeka.com (30/09/2021).

Investigasi mengungkapkan, setidaknya 25 siswa telah membeli sandal jepit ini dari geng seharga 600.000 rupee atau sekitar Rp 115 juta per pasang.

Informasi tersebut dibagikan dengan beberapa distrik lain pada saat ujian dan sejumlah pusat pelaksaan ujian meminta siswa untuk melepas alas kaki mereka di luar ruang ujian.

“Dalam satu kasus kami menangkap seorang siswa setelah ujian dan harus membawanya ke dokter untuk mengidentifikasi dan melepaskan perangkat Bluetooth dari telinganya,” kata Chandra.

Kecurangan marak dalam ujian PNS pemerintah India yang sangat kompetitif, ujian masuk universitas dan bahkan ujian sekolah. Pihak berwenang berjuang membongkar metode yang semakin canggih untuk membantu orang lulus.

Ini termasuk para profesional yang mencari nafkah dengan menyamar sebagai joki, hingga geng yang mencuri atau membeli kertas ujian secara ilegal dan kemudian menjualnya. (Uli)