Polisi Menambah Pos Penyekatan Bekasi Buntut Dijebol Pemudik

FOTO: cnnindonesia.com/indolinear.com
Kamis, 13 Mei 2021
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Polda Metro Jaya bakal menambah jumlah pos penyekatan di Kedungwaringin, Bekasi buntut menumpuknya pemudik di masa larangan mudik yang berlaku sejak 6 Mei hingga 17 Mei mendatang.

Pada Minggu (9/5) malam kemarin, polisi akhirnya meloloskan para pemudik di pos penyekatan Kedungwaringin lantaran antrean kendaraan sudah terlalu panjang.

“Sekitar 1.000 lebih pesepeda motor yang tanpa mengindahkan petugas yang melakukan penyekatan, kemudian mereka berhasil menerobos untuk bisa mudik,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di kantornya, dilansir dari Cnnindonesia.com (12/05/2021).

Menyikapi peristiwa tersebut, kata Yusri, Polri bersama TNI dan pemerintah daerah pun menambah kekuatan personel untuk melakukan penyekatan.

Cara lainnya, lanjut Yusri, dengan menambah jumlah pos penyekatan di lokasi tersebut sehingga bisa mengurangi antrean kendaraan saat sedang pemeriksaan dokumen.

“Kami akan menambah pos-pos penyekatan, bukan kami atau petugas dalam hal ini untuk menyiksa, tapi ini adalah upaya untuk secara kemanusiaan, operasi kemanusiaan yang kita dilakukan,” ucap Yusri.

“Tambah personel, tambah penyekatan. Jadi tiap masuk tiap 3km nanti ada penyekatan, atau per 5km ada penyekatan, disekat-sekat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Yusri meminta kepada masyarakat untuk tidak memaksakan mudik dan mengikuti anjuran pemerintah. Apalagi, saat ini pandemi virus corona masih terjadi di Indonesia.

“Kejadian kemarin cukup yang terakhir, kami akan berupaya semaksimal mungkin menyadarkan masyarakat untuk kami putarbalik karena ini operasi kemanusiaan untuk menekan angka positif Covid-19. Jangan menjadi India kedua negara kita ini,” tuturnya.

Sebelumnya, polisi meloloskan pemudik yang melintas di pos penyekatan Kedungwaringin, Bekasi lantaran kepadatan antrean kendaraan.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan menyebut pihaknya telah berkoordinasi aparat kepolisian di daerah lain terkait keputusan tersebut. Dengan demikian, pemudik tetap akan disekat ketika sudah tiba di daerah lain.

“Karena ini terlalu padat dan juga kondisinya tidak terlalu kondusif sehingga secara diskresi ambil kebijakan untuk dilepas,” kata Hendra kepada wartawan.

Disampaikan Hendra, pihaknya juga telah menambah personel yang bertugas di pos penyekatan Kedungwaringin. Tujuannya, agar proses pemeriksaan bisa dilakukan lebih cepat.

“Kita tambah sekitar total sekitar 150an dan kita sudah minta penambahan dari polda sekitar 1 pleton, kemudian dari beberapa pos penyekatan yang ada kita minta beberapa, mungkin sekitar 150-200 orang,” tuturnya. (Uli)