loading...

PMI Utamakan Akuntabilitas Dan Keterbukaan Untuk Mencegah Korupsi

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Sabtu, 25 Juli 2020

Indolinear.com, Jakarta – Palang Merah Indonesia ( PMI) kembali menegaskan organisasinya sangat mengedepankan akuntabilitas dan keterbukaan.

Sekretaris Jenderal PMI memastikan organisasi nirlaba kemanusiaan terbesar di Indonesia yang dinaunginya ini bertanggungjawab menyampaikan amanah dari para pendonor.

“Kami selalu memastikan pertanggungjawaban semua donasi yang dititipkan kepada kami, sehingga para donor, pendukung kami serta masyarakat merasa amanahnya telah tersampaikan, dan selalu berkelanjutan,” jelasnya dalam webinar yang diselenggarakan PMI, dilansir dari Tribunnews.com (24/07/2020).

Salah satu hal konkret yang dilakukan PMI adalah membuka laporan terkini tentang distribusi bantuan kepada publik melalui publikasi yang dapat dilihat di situs  PMI.

Sudirman Said mengatakan PMI telah memperkuat langkah-langkah pencegahan korupsi di organisasinya setelah pengesahan Rencana Strategis 2019 – 2024 pada Desember 2019.

“PMI kerap melakukan tanggap darurat setiap kali ada bencana alam, termasuk merespon situasi pandemik di Indonesia, yang membawa berbagai bantuan kemanusian dari donasi berbagai pihak,” katanya.

Pada hari Jumat (24/7/2020), PMI menyelenggarakan webinar pencegahan korupsi yang merupakan kerjasama dengan Federasi Internasional Palang Merah dan Masyarakat Nasional Bulan Sabit Merah (IFRC/The Federation Red Cross and Red Crescent), Palang Merah Amerika dan USAID-OFDA.

Jan Gelfand, Kepala IFRC Untuk Kluster Pendukung Negara Indonesia dan Timor Leste- serta perwakilan ASEAN menghargai langkah PMI untuk meningkatkan mekanisme akuntabilitas organisasi.

“Sebagai keluarga Palang Merah dan Gerakan Bulan Sabit Merah, kami percaya bahwa sangat penting untuk bertanggung jawab tidak hanya kepada mereka yang menerima sumber daya tetapi juga kepada masyarakat yang kami bantu,” katanya.

Gelfand mengatakan webinar ini juga sebagai dukungan segala arah kerja dalam gerakan kepalangmerahan yang dibawa oleh PMI dan pembelajarannya dalam hal akuntabilitas organisasi.

Webinar menghadirkan dua pembicara dari Komisi Pemberantasan Korupsi dan Transparency International Indonesia.

Seminar ini direncanakan akan ditindaklanjuti dengan menggelar, Pelatihan Untuk Pelatih dan pengembangan modul pencegahan Korupsi yang akan melibatkan semua tingkatan dalam PMI.

“Dengan semakin memperkuat upaya mereka dalam langkah-langkah pencegahan korupsi mereka, PMI berharap untuk dapat terus memberikan layanan kemanusiaan kepada masyarakat dan menjadi mitra bagi mitra dan donor,” ujar Sudirman Said. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: