PM Selandia Baru Jacinda Ardern Mengumumkan Keadaan Darurat Iklim

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Jumat, 27 November 2020
loading...

Indolinear.com, Selandia Baru – Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengumumkan keadaan darurat iklim di negaranya.

Langkah simbolis ini diajukan untuk memaksimalkan tekanan dalam persiapan memerangi pemanasan global.

Pemerintah secara resmi mengajukan mosi keadaan darurat pada Rabu depan, menurut rilis pusat saat pertemuan parlemen setelah pemilihan umum yang dimenangkan oleh partai pendukung Ardern.

“Kami selalu menganggap perubahan iklim sebagai ancaman besar bagi wilayah kami, dan itu adalah sesuatu yang harus segera kami tindak lanjuti,” kata Ardern, menurut reporter TVNZ, dilansir dari Tribunnews.com (26/11/2020).

“Sayangnya, kami tidak dapat membuat mosi seputar darurat iklim di parlemen saat (periode) jabatan terakhir, tetapi sekarang itu dapat dilakukan”, tambahnya.

Ardern yang kembali berkuasa pada bulan lalu tercatat mengantongi suara terbanyak untuk Partai Buruh.

Ini rekor selama setengah abad terakhir di Selandia Baru, meski terjadi di tengah pandemi.

Kemenangan gemilang memungkinkan partai pendukung Ardern dapat memerintah penuh meski berkoalisi dengan Green Party untuk masa jabatan tiga tahun berikutnya.

Anggota parlemen yang baru terpilih dilantik pada Selasa (24/11) dan kembali bekerja pada Rabu (25/11) di parlemen yang paling beragam di Selandia Baru.

Adapun anggota parlemen memiliki sejumlah anggota dari berbagai macam ras kulit warna, kalangan LGBTQ, serta sejumlah besar perempuan.

Sementara itu, Ardern tercatat pernah mengesahkan RUU Nol Karbon dalam masa jabatan terakhirnya.

Dirinya bersama anggota kabinet mengajukan proposal bebas emisi karbon pada 2050.

Langkah tersebut mendapat dukungan lintas partai di parlemen.

Setelah seruan darurat iklim diajukan, Selandia Baru direncanakan akan bergabung dengan negara-negara seperti Kanada, Prancis, dan Inggris yang telah berada di garda depan dalam usaha mengatasi perubahan iklim.

Tak hanya geliat dari negara-negara Eropa, pada pekan lalu, anggota parlemen Jepang mengumumkan keadaan darurat iklim dan berkomitmen untuk menaati jadwal agar terwujudnya bebas emisi karbon. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: