Platform Pitchplay Merilis Dua Fitur Baru, Bikin Musisi Indonesia Happy!

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Senin, 1 November 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta  – Debut pada Oktober 2020, Pitchplay hadir sebagai fan-engagement platform yang memudahkan penggemar dan penikmat musik untuk mendukung musisi dan para kreator lainnya.

Setelah satu tahun, Pitchplay akhirnya berkembang dari fitur distribusi konten video berbayar plus beberapa fitur baru, seperti Membership dan Bundle.

Fitur baru ini dirilis pada 12 Oktober tahun ini. Pitchplay fokus di layanan musik karena disrupsi teknologi di bidang musik masih minim dibandingkan segmen lainnya. Padahal segmen musik memiliki potensi sangat besar dan selama ini belum dapat dipecahkan secara optimal dari sisi digital.

Fauzan Rezda, Co-Founder dan CEO Pitchplay, mengatakan Pitchplay diawali dari keresahan terhadap industri musik yang memiliki ketergantungan terhadap live performance.

“Kami merasa, belum ada solusi alternatif bagi industri musik di masa pandemi ini. Keuntungan dari layanan streaming lagu umum hanya menguntungkan bagi musisi berskala

besar, tapi tidak bagi musisi berskala menengah atau kecil. Maka itu, Pitchplay dibentuk lewat sebuah model bisnis baru sebagai enabler aspek komersial langsung dari musisi terhadap fans atau lebih dikenal dengan istilah Direct-to-consumer dalam industri ritel,” ujar Fauzan dalam rilisnya, dilansir dari Merdeka.com (31/10/2021).

Fauzan mengatakan Pitchplay merupakan solusi 360 bagi musisi. Kami memiliki perbedaan dengan platform lain, sebab menawarkan keuntungan bagi musisi, semua musisi dari berbagai kalangan dan penggemar.

Pitchplay merupakan model bisnis sustainable bagi musisi yang mengoptimalkan kualitas fans dibanding kuantitas.

“Kami tidak hanya akan menghadirkan satu atau dua layanan. Ke depannya kami membangun sebuah ekosistem lengkap dan saling menguntungkan antara musisi dan penggemarnya,” jelas dia.

Meski masyarakat Indonesia terbiasa dengan sistem langganan gratis, Pitchplay hadir dengan model bisnis berbayar.

“Kami rasa tidak akan menjadi persoalan besar, ini hanya persoalan bagaimana melakukan langkah penetrasi yang tepat dan memberikan keuntungan yang diharapkan oleh pengguna, adalah fans. Ditambah infrastruktur penunjang saat ini sudah lengkap,” pungkas dia.

Pada Oktober ini, Pee Wee Gaskins (PWG), meramaikan jajaran musisi di platform Pitchplay.

Fitur Baru

Pitchplay meluncurkan fitur baru, yakni Bundle dan Membership. Bundle adalah fitur yang mana musisi dapat menjual konten video eksklusif dan dipaketkan dengan merchandise. Hal ini sudah dilakukan The SIGIT dengan menjual film dokumenter tur Australia mereka pada 2016 dan kaos tur tersebut.

Fitur kedua, Membership, merupakan fitur yang bisa dimanfaatkan oleh musisi dan fans. Lewat fitur ini, musisi dapat dengan mudah membuat sistem langganan dan menentukan keuntungannya sendiri. Musisi dapat dengan mudah mengatur keuntungan dari konten khusus fans yang menjadi anggotanya, seperti video, audio, gambar, merchandise khusus, dan chat room antara member dan musisi.

Fitur ini dapat digunakan musisi sesuai kebutuhannya. Selain itu, musisi bisa melakukan pengembangan komunitas fans dan menjual album digital kepada member berbayar. Musisi bisa merasakan transparansi dan kemudahan dalam penarikan biaya transaksi, selain itu Pitchplay konsisten merangkul musisi dan terus memberikan masukan terkait pengembangan apa yang dapat dilakukan dengan aplikasi ini.

Saat ini fitur membership hanya dirilis untuk beberapa musisi yang menjadi Pitchplay Partner. Namun, per November nanti, fitur Membership ini dapat digunakan oleh musisi atau kreator lain secara umum dengan moderasi.

Fans juga mendapat benefit dari fitur baru ini.Dengan berlangganan, fans akan mendapatkan keuntungan sesuai dengan ketentuan dari musisi tersebut. Tidak menutup kemungkinan fans bisa mendapatkan konten eksklusif dan merchandise khusus member serta chat room. (Uli)