Platform Ini Bisa Menyulap Mobil Klasik Apapun Menjadi Mobil Listrik

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Minggu, 13 Desember 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Mobil listrik perlahan-lahan menjadi sebuah kebutuhan karena rencana larangan mobil berbahan bakar bensin akan diterapkan di masa depan. Ini tentu saja menjadi berita buruk bagi pencinta mobil klasik yang ingin menggunakan mobil kesayangannya. Bagi pencinta mobil klasik yang ingin tetap menggunakan mobil kesayangannya Zero Labs Automotive punya solusinya.

Zero Labs Automotive memperkenalkan sebuah platform mobil listrik yang didesain untuk menyulap mobil klasik berbahan bakar bensin atau solar.

Platform khusus ini meliputi rangka, suspensi depan dan belakang independen, pilihan baterai 85-kWh atau 100-kWh, dan motor elektrik belakang bertenaga 300 Tk. Opsi tambahannya adalah motor elektrik ganda 600 Tk dengan sistem penggerak all wheel drive, sistem pengereman Brembo. Klaim jarak tempuh untuk baterai 100-kWh adalah 378 km.

Perangkat lunak platform mobil listrik ini bisa ditingkatkan menyesuaikan dengan perkembangan teknologi, selain itu baterainya pun bisa diganti menyesuaikan kebutuhan.

” Jutaan mobil klasik ditinggalkan atau akan ditelantarkan di banyak negara pada awal 2025 mendatang, jadi kami menolong konsumen untuk berhadapan dengan transisi ini. Kendaraan yang dikonversi menjadi mobil listrik menggunakan platform kami bisa di-upgrade dan dibangun dengan mempertahankan kesan orisinal sekaligus menghasilkan sistem berkendara listrik yang lebih bersih,” ungkap Adam Roe selaku Pendiri dan CEO Zero Labs.

Jepang berencana melarang penjualan mobil baru bermesin bensin mulai 2030. Hal itu untuk mendukung pertumbuhan kendaraan hybrid dan listrik yang lebih ramah lingkungan,

Seperti dilansir dari Liputan6.com (11/12/2020), Oktober lalu, Perdana Menteri Yoshihide Suga berjanji akan memangkas emisi gas buang kendaraan menjadi nol pada 2050.

Hal ini menjadikan Jepang sebagai negara G7 kedua yang menetapkan tenggat waktu untuk menghentikan peredaran kendaraan berbahan bakar bensin.

Selain itu, Kementerian Perindustrian Jepang telah memetakan rencana untuk mendukung kebijakan ini. Keputusan tersebut diungkapkan Kepala juru bicara pemerintah, Katsunobu Kato pada konferensi pers.

Adanya intervensi negara untuk menurunkan emisi karbon memicu perlombaan teknologi di antara pabrikan otomotif terkait kendaraan ramah lingkungan untuk memikat calon konsumen, terutama di dua pasar mobil terbesar dunia, Cina dan Amerika Serikat.

Keputusan yang dibuat juga memacu pembuat mobil Jepang, seperti Toyota Motor Corp untuk membuat pengembangan lebih besar terkait teknologi kendaraan listrik terjangkau bagi konsumen. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: