Platform Healthtech Kalbu Menawarkan Layanan Konseling Kesehatan Mental

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Senin, 6 September 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Perusahaan teknologi kesehatan atau healthtech semakin menjamur kala pandemi. Kali ini hadir dengan nama Kalbu, platform healthtech, yang dirilis pada Senin (23/8).

Namun, tidak seperti healthtech lain yang menawarkan layanan medis, Kalbu justru fokus menawarkan layanan kesehatan mental atau mental health.

“Berbeda dari healthtechlain, Kalbu mengambil arah lain yakni bukan kesehatan medis tapi kesehatan mental. Kami melihat ekosistem kesehatan mental sudah hidup di Indonesia dengan potensi pasar besar, sehingga kami fokus ke kesehatan mental dan yakin dengan itu,” ujar Iman Hanggautomo, Chief Visionary Officer Kalbu, saat peluncuran secara daring platformnya, dilansir dari Merdeka.com (05/09/2021).

Iman menjelaskan, prinsipnya Kalbu hadir dan menyediakan platform untuk menjadi perantara bagi orang-orang yang membutuhkan diskusi atau konsultasi terkait kesehatan mental mereka dengan praktisi kesehatan mental mumpuni. Maka itu, layanan Kalbu akan mudah diakses, aman, dan nyaman melalui laman www.kalbu.life.

Melalui platform ini, Kalbu ingin menyadarkan masyarakat bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik dan bukan hal tabu untuk dibicarakan. Kalbu juga berangkat dari pengalaman masing-masing pendiri (founder) yang merasakan langsung pentingnya kesehatan mental. Sebagai orang-orang yang tidak berasal dari lingkungan psikologi, para founder paham jika platform kesehatan mental harus dibuat senyaman dan aman mungkin agar orang-orang mau membuka diri dan menceritakan keadaan kesehatan mental mereka.

“Kalbu memiliki berbagai layanan seperti online counseling dan online workshop dengan psikolog anak-keluarga, psikolog pendidikan, psikolog industry-organisasi, dan psikolog olahraga. Selain itu Kalbu juga memiliki berbagai kelas dengan certified practitioners yang bisa menjadi pilihan untuk mengisi kegiatan seraya menjaga kesehatan mental,” katanya.

Sebagai platform kesehatan mental pertama di Indonesia dengan layanan video konseling yang terintegrasi ke lamannya, Kalbu juga mempermudah pengguna untuk menikmati layanan di manapun dan kapan pun mereka inginkan tanpa perlu mengakses beberapa aplikasi sekaligus. Fitur ini juga menjaga keamanan dan privasi penggunanya.

Biaya per Konseling

Untuk menggunakan layanan Kalbu, pengguna akan dipungut biaya per konseling dan bukan biaya per bulan.

Sekecil apa pun masalah kesehatan yang terjadi pada tubuh kita itu, akan berefek pada kehidupan, ini juga berlaku untuk kesehatan mental. Sekarang saatnya memberi tahu semua orang yang berurusan dengan masalah kesehatan mental bahwa mereka tidak sendirian, dan mendapatkan dukungan serta perawatan untuk hal ini bukanlah tanda kelemahan, itu adalah bukti kekuatan, ucap Iman.

Menurut Iman, saat ini Kalbu sudah mendapat investor dari perusahaan tambang nasional. Namun, Kalbu bukanlah perusahaan rintisan (startup). Kalbu lebih didorong sebagai perusahaan baru yang mementingkan keberlanjutan usaha setiap tahapan, dari tahun ke tahun. Bukan tipe startup yang mengejar valuasi secepat mungkin dengan kebijakan “membakar uang”.

“Visi kami, Kalbu menjadi perusahaan yang sustain di Indonesia,” pungkas Iman. (Uli)