PKB Ingin Angka Ambang Batas Parlemen Yang Rasional

FOTO: radarbogor.id/indolinear.com
Minggu, 24 Januari 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masih terus melakukan kajian terkait ambang batas presidential treshold dan parliamentary treshold.

Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid mengatakan pihaknya menginginkan angka presidential treshold rasional.

Hal itu agar dapat menyehatkan kehidupan partai politik dan demokrasi. “PKB masih melakukan kajian agar ambang batas ini dapat lebih rasional dan menyehatkan kehidupan partai politik dan demokrasi di Indonesia,” ujar Jazilul kepada wartawan, dilansir dari Radarbogor.id (23/01/2021).

Jazilul mengaku tetap ingin ambang batas parlemen di angka 4-5 persen. Sedangkan, untuk ambang batas presiden di kisaran 10-20 persen.

“Saya pribadi, pada prinsipnya PKB tidak keberatan ambang batas parlemen 4-5 persen. Namun untuk ambang batas capres akan lebih membuka peluang alternatif dan kompetisi bila diturunkan pada kisaran 10-20 persen,” katanya.

Wakil Ketua MPR ini ingin angka ambang batas terutama presiden tidak menimbulkan dampak negatif. Dia berkaca pada Pemilu 2019 lalu dengan munculnya gesekan dan keterbelahan di masyarakat akibat hanya dua pasangan calon saja karena presidential treshold 20 persen.

“Dengan menurunkan ambang batas capres, kita berharap Pilpres 2024 akan lebih sehat, namun demokrasi tetap semarak,” ungkapnya.

Seperti diketahui, dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilu, ambang batas parlemen diusulkan 5 persen. Sementara ambang batas presiden 20 persen. Pembahasan ini masih dalam tahap harmonisasi di Baleg DPR. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: