Pj Bupati Bekasi Akan Mengenakan Sanksi Berat Bagi Perusahaan Pembuang Limbah Sembarangan

FOTO: wartakota.tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 6 Oktober 2021
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan mengungkapkan pihaknya kini lebih memprioritaskan untuk memberikan sanksi kepada perusahaan pembuang limbah dengan pelanggaran terberat.

Perusahaan yang dinilainya melakukan pelanggaran berat adalah mereka yang tak mengantongi izin, namun dengan sengaja membuang limbah sehinggi mencemari kali.

“Ada temuan juga pembuang limbah yang tidak berizin, itu dulu yang kita garap,” kata Dani saat dikonfirmasi, dilansir dari Wartakota.tribunnews.com (05/10/2021).

Dani mengakui bahwa lebih banyak perusahaan kecil yang melakukan pembuangan limbah ke kali.

Mayoritas perusahaan tersebut adalah pihak ketiga dari perusahaan besar yang limbahnya diminta untuk dikelola.

Namun demikian, perusahaan kecil itu malah tak membuat perizinan dan bahkan mencemari lingkungan dengan membuang bekas-bekas oli beserta minyak, tak hanya ke Kali Cilemahabang, namun juga ke Kali Serang Baru beserta Kalimalang.

“Jadi seperti itu, yang berizin perusahaan besar, yang enggak ada perusahaan kecil. Jadi jangan sampai salah pengertian, kok yang kecil ditindak, tapi yang besar tidak,” tuturnya.

Sedangkan bagi perusahaan besar yang ternyata mengantongi izin, namun IPAL-nya tidak sesuai standar, akan diberlakukan sanksi secara bertahap.

“Makanya tindakannya bagi yang berizin itu harus bertahap penerapan sanksinya. Tapi kalau yang enggak berizin langsung pidana,” kata Dani.

Sementara itu, warga yang tinggal di sekitar Kali Cilemahabang berharap agar Pemkab Bekasi membongkar akses jembatan dan pintu air.

Pasalnya, jembatan dan pintu air yang dibuat rendah menyebabkan sampah tersangkut sehingga terjadi penumpukan.

“Kalau bisa ini jembatan dibongkar, terus ditinggiin, pintu airnya juga. Soalnya sampah-sampah suka kesangkut di situ,” ucap seorang warga bernama Dien saat ditemui di lokasi.

Ia menjelaskan butuh waktu berhari-hari untuk membersihkan sampah yang tersangkut di jembatan dan pintu air. Terlebih lagi, warga terkendala keterbatasan alat berat.

“Kalau yang nyangkut gelondongan kayu kan kita juga susah angkatnya,” ujarnya.

“Waktu itu saya ikut bantu bersihin sama warga juga. Dua hari juga belum selesai ngangkutin sampah,” imbuhnya.

Belum lagi, mereka juga dipusingkan mana kala terjadi banjir akibat meluapnya Kali Cilemahabang.

Sampah-sampah yang tersangkut itu, ikut terbawa luapan air hingga ke permukiman warga.

Jembatan dan pintu air yang dibuat lebih tinggi dinilainya bisa meringankan beban warga saat melakukan pembersihan kali yang jadi sumber kebutuhan sehari-hari masyarakat di sekitar Kali Cilemahabang.

“Misalnya jembatannya tinggi kan sampahnya ngalir tuh, jadi enggak semuanya nyangkut di sini,” kata Dien.

Menurut Dien, pencemaran di Kali Cilemahabang biasanya terjadi saat malam hari. (Uli)